24.4 C
Manado
Kamis, Juni 4, 2026
spot_img
Beranda Pendidikan Polimdo Direktur Polimdo Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Seremonial

Direktur Polimdo Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Seremonial

blank

MANADO, Radarmanadoonline.com — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Kuliah Terpadu, Senin (2/6/2025). Upacara berlangsung khidmat, dihadiri mahasiswa, dosen, dan aparatur sipil negara di lingkungan kampus.

Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks sejarah atau rutinitas tahunan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku dan pelayanan publik.

“Pancasila adalah jiwa bangsa. Ia bukan sekadar dokumen historis atau rutinitas seremoni, tetapi pedoman hidup bersama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat,” ujar Maryke Alelo dalam amanatnya.

Baca Juga:  Polimdo dan PLN Nusantara Power Kerja Sama Garap Studi Kelayakan Perluasan Kolam Intake PLTA Tonsealama

Menurut Maryke, peringatan Hari Lahir Pancasila di kampus perlu dijadikan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Ia mengajak seluruh sivitas akademika agar nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam aktivitas dan kebijakan kampus.

Pelaksanaan upacara di Polimdo mengikuti Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 5 Tahun 2025, yang mengatur waktu pelaksanaan serentak pada 2 Juni 2025 di seluruh Indonesia. Tahun ini, BPIP mengangkat tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, dengan Garuda Pancasila sebagai simbol utama peringatan.

Selain itu, Kepala BPIP, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., dalam pidatonya secara nasional, menyoroti bahwa Pancasila harus menjadi landasan utama dalam pendidikan, birokrasi, ekonomi, dan kehidupan digital.

Baca Juga:  Polimdo dan BTN Jalin Kerja Sama, Mahasiswa Dibekali Pengetahuan Perbankan

“Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” ujar Yudian Wahyudi.

BPIP juga menekankan pentingnya literasi digital, gotong royong, dan keadilan sosial sebagai bagian dari implementasi nilai Pancasila di era saat ini.(ivn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini