JAKARTA,Radarmanadoonline.com-22 finalis Pemilihan Nyong-Nona Manado (PNNM) 2025 tampil memukau di fashion show dan sashing ceremony, yang dihelat di Atrium Megamall, Jumat (13/6/2025) malam. Saat berlenggak-lenggok di panggung, para calon duta Kota Tinutuan itu memakai busana Batik Keke yang merupakan batik khas Sulawesi Utara (Sulut). Penampilan 22 finalis PNNM 2025 yang merupakan wakil dari 11 kecamatan di Kota Manado, disambut aplaus meriah dari tamu-undangan termasuk pengunjung Megamall.



Kepada Media ini Founder Batik Keke, DR. dr. Theresia Kaunang, SpKJ, menerangkan, motif koleksi Batik Keke sudah mencapai 50-an motif termasuk pashmina/jilbab dan selendang. Juga ada Kain Tenun Keke. Dokter sekaligus P

sikiater anak dan remaja ini, menuturkan motif Batik Keke mengambil ide dari ciri khas Sulut. Dokter Keke-sapaan Pembina Ikatan Nyong-Noni Sulut (INNS) pada periode lalu ini mengungkapkan, Batik Keke merupakan batik dengan motif ciri khas Sulut. Seperti tanaman, hewan, biota laut, dan budaya Sulut. Juga ada pohon kelapa, cengkih, pala, daun gedi, daun leilem, bunga soka, bunga krisan, bunga lily, anggrek kelapa, jagung, dan kopi. Selain itu hewan yaitu roda sapi, tarsius dan makanannya, anoa, ayam petarung khas Sulut, dan kuda pacu Sulut. Ada juga Batik Keke bermotif jenis-jenis kehidupan bahari. Seperti taman laut Bunaken, ikan purba coelacanth, ikan roa, ikan Napoleon yang dilindungi, ikan antoni/ikan terbang sering terlihat di perairan teluk Manado, ikan tuna, ikan cakalang sertankapal ikannya, anggur laut dan ikan cantik tapi beracun yaitu lionfish, dan biota laut perairan Pulau Lembe. “Kemudian, Batik Keke motif jenis-jenis burung khas Sulut yaitu burung manguni, burung weris, burung bangau Tondano, burung kekekow, burung maleo, dan burung taong,” kata Dokter Keke kepada radarmanadoonline.com, di Jakarta, Senin (16/6/2025) malam.

Founder Kaos Ba Ober dan Kaos Reunion Vibes, menuturkan Batik Keke juga mengoleksi motif tari Maengket, tari Kabela, tari Kabasaran, tari Tumatenden. rumah panggung Walewangko, dan huruf kuno Minahasa aksara Malesung. Ada pula Batik Keke motif makanan khas. Seperti tinutuan, dabu-dabu, pisang goroho, dan ciri khas Bolaang Mongondow yaitu Bogani, nenas lobong, dan jagung pulo. Potensi yang ada di Bumi Nyiur Melambai, diangkat sebagai ide untuk motif gambaran Batik Keke. “Keke adalah nama ciri khas daerah Minahasa yaitu nama anak perempuan. Tampilan Batik Keke dengan warna-warna cerah dan warna klasik dengan melalui proses cap dan tulis, dengan gambar yang dibuat sendiri. tidak produksi batik print atau kain print bermotif batik,” ujarnya. Founder Pusat Terapi Anak Kita dan Care Our Chidren Development Center untuk anak berkebutuhan khusus serta capacity building training untuk anak, remaja dan dewasa yg bukan berkebutuhan khusus serta Founder merek baju Dorothea Perri menambahkan, Batik Keke mengedepankan sustainable fashion dengan perca kain. “Batik Keke juga mengadopsi sustainable fashion tidak ada bahan yang terbuang. Sisa kain dibuat sebagai aksesori berupa kalung dan lainnya” jelasnya. Di PNNM 2025 Batik Keke menjadi salah satu sponsor.(axm)



