MANADO,Radarmanadoonline.com-Selama tiga hari di pra-karantina, 22 finalis Pemilihan Nyong-Nona Manado (PNNM) 2025 mendapat berbagai materi pembekalan. Di hari ke-3, 22 finalis PNNM 2025 mengikuti Psikotes yang dibawakan Psikolog Eva Silia Kaumbur, M.Psi (Integra Mental Health.Hub), Public Speaking oleh Riska Ogi, dan materi tentang Ikatan Nyong-Nona Manado (INNM), yang disampaikan Nyong Manado 1996 Stefan Obadja Voges, SH, MH. Saat menyampaikan materinya, Nyong Sulawesi Utara (Sulut) 1996 ini, didampingi moderator Nona Manado 2024 Della Chelsea Rantung.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, mengatakan, organisasi Ikatan Nyong dan Nona Manado adalah organisasi yang berdiri sejak 1996, dengan ketua pertamanya, Nyong Carry Lesar. Dikatakan oleh Dewan Pertimbangan (Wantim) Pengurus INNM, Ikatan Nyong dan Nona Manado adalah sebuah organisasi yang mulanya bersifat paguyuban yang didirikan oleh para penyandang gelar Nong dan Nona Manado pada masa tahun 1990-an. Dengan tujuan, untuk membantu pemerintah dalam pembangunan SDM khususnya generasi muda dan dunia pariwisata Kota Manado.

“Seiring berjalannya waktu, kemitraan yang terjalin antara pemerintah kota dengan INNM semakin memperkokoh eksistensi dari organisasi ini. INNM mengalami pertumbuhan dan perkembangan luar biasa. INNM menjadi wadah berhimpun dari insan-insan berkualitas 3B (beauty, brain dan behavior) yang selalu setiap saat siap untuk membantu pemerintah dan mendukung visi misi pemerintah,” kata Nyong Stevo di ruangan Toar Lumimuut, Kantor Wali Kota Manado, Tikala Ares, Rabu (24/6/2026). Oleh karena itu, kata Wakil Komandan (Wadan) Panji Yosua Wilayah GMIM Sentrum Manado, untuk menjaga kesinambungan kemitraan ini maka INNM perlu membenahi diri menjadi organisasi yang lebih moderen dan mengikuti perkembangan jaman. Salah satunya, adalah INNM perlu melakukan pengkaderan kepemimpinan. Itulah sebabnya pada setiap 3 tahun, INNM melaksanakan musyawarah untuk memilih pengurus yang baru. Selain itu, INNM juga akhirnya berubah dari sekedar organisasi yang sifatnya paguyuban menjadi organisasi masyarakat yang memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, bahkan sudah terdaftar di Kemenhukam. “INNM juga menyadari pentingnya untuk menjaga kualitas Pemilihan Nyong dan Nona Manado. Karena, dari ajang pemilihan inilah lahir para penerus tongkat kepemimpinan INNM ke depan. Untuk itu, hingga saat ini INNM terus membangun sinergitas dengan pemerintah kota demi menemukan generasi muda Kota Manado yang layak untuk menyandang gelar Nyong dan Nona Manado,” ujarnya. Panglima Besar LSM Adat Waraney Puser In Tanah Toar Lumimuut ini berharap, para penyandang gelar Nyong dan Nona Manado ini bukan saja menjadi barometer pemuda Kota Manado semata, namun juga menjadi barometer pemuda Sulawesi Utara. Sebab, lanjut dia, Kota Manado adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, sehingga wajar jika generasi mudanya menjadi generasi muda terbaik di Sulut. “Itulah sebabnya, pemilihan Nyong Nona Manado 2025 harus sejalan dengan Anggaran Dasar INNM yang mencari generasi muda yang mencintai kebudayaan, seni, adat istiadat dan tradisi Manado. Mereka juga harus memiliki akal budi, berwatak kearifan lokal, berwawasan global dan berkarakter Pancasila. Dengan demikian, demi kemajuan pembangunan daerah, mereka siap menjadi tulang punggung Sulawesi Utara. Itulah yang menjadi tujuan dan kerinduan INNM selama ini,” jelasnya.(axm)



