


MANADO, Radarmanadoonline.com-22 finalis Pemilihan Nyong-Nona Manado (PNNM) 2025, juga mendapat materi pembekalan di pra-karantina dari Dr. Maria V.J. Tielung SE, MSi. Materi pembekalan bertajuk Strategi Manajemen Diri di Era Global, disampaikan Dr. Maria V.J. Tielung SE, MSi secara virtual kepada 22 finalis PNNM 2025 yang berada di aula BKPDSM, kompleks kantor wali Kota Manado (ex-gedung DPRD Kota Manado), Tikala, Rabu (25/6/2025). Materi pembahasan yang dipaparkan oleh Dosen FEB Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, meliputi Pengertian Manajemen Diri, yang didalamnya mencakup Tantangan Era Globalisasi, Kompetensi Kunci Dalam Manajemen Diri, Strategi Manajemen Diri di Era Global, dan Contoh Implementasi Strategi Q&A. Dalam pemaparannya, Noni Sulawesi Utara (Sulut) 2001, menguraikan tentang Manajemen Diri-Self Management yakni kemampuan seseorang untuk mengatur pikiran, emosi, waktu, dan perilakunya secara efektif agar mampu mencapai tujuan hidup, dan profesionalnya yang baik dan terarah. Dalam pemaparannya sembari bertanya Mengapa Self Management?, menurut Dr. Maria, meliputi peningkatan produktifitas dan efisiensi, peningkatan kemampuan mengambil keputusan, peningkatan kualitas hubungan, peningkatan kemampuan beradaptasi, dan mampu untuk memecahkan masalah dengan baik. Selain itu, manajemen diri sangat penting bagi siswa dan mahasiswa untuk mencapai tujuan akademik. Dalam dunia kerja, kata Dr Maria, manajemen diri membantu karyawan untuk menjadi lebih produktif, bertanggung jawab, dan profesional. Dr Maria mengungkapkan, Tantangan Era Globalisasi diantaranya persaingan global yang ketat, perubahan teknologi yang cepat (Otomatisasi, AI, Digitalisasi), ketidakpastian pasar dan karier, budaya kerja yang semakin multicultura, dan kebutuhan akan soft skill yang tinggi. Menurutnya, Kompetensi Kunci Manajemen Diri, mencakup self-awareness (kesadaran diri), self-regulation (pengendalian diri), motivasi diri, empati dan keterampilan sosial, seta manajemen waktu dan prioritas. Selanjutnya, Contoh Implementasi Kegiatan Sehari-Hari seperti memahami kekuatan dan kelemahan pribadi, refleksi diri secara rutin, mengelola stres, emosi, dan reaksi negative, menghindari impulsif dan gangguan. Kemudian, memiliki tujuan yang jelas dan realistis, konsistensi dan disiplin dalam menjalankan rencana, kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta sensitif terhadap keragaman budaya. Dalam memaparkan materinya itu, Dr Maria juga menguraikan tentang Strategi Manajemen Diri di Era Global. Meliputi pengembangan kompetensi global yang mencakup belajar bahasa asing, kursus kompetensi, dan belajar tentang isu-isu global. Dan Pemanfaatan Teknologi Digital yaitu menggunakan tools manajemen produktivitas (Google Calendar), membangun personal branding online (lindkedln, blog, dan portfolio, digital). Adaptasi dan Fleksibilitas berupa siap belajar ulang (reskilling/upskilling), serta terbuka pada perubahan dan inovasi. Berikutnya, Mindset Global dan Kritis Growth mindset, yakni berpikir kritis dan kreatif dalam pemecahan masalah. Work-Life Balance, tambah Dr Maria, adalah mengatur waktu kerja dan istirahat secara seimbang, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Di akhir materinya itu, Dr Maria menyimpulkan bahwa manajemen diri adalah tentang mengelola pikiran, emosi, waktu dan perilaku hidup secara strategis dalam dunia yang terus berubah. Di era global, kata dia, kemampuan ini menjadi nilai tambah kompetitif untuk bertahan dan berkembang secara profesional dan personal.(axm)
