


MANADO, Radarmanadoonline.com-Dua gelar sekaligus diraih oleh Gabriela Anastasya Ang, di Pemilihan Nyong-Nona Manado (PNNM) 2025. Dua gelar itu yakni Nona Manado Berbakat 2025 dan Nona Manado Fotogenic 2025. Dimintai tanggapannya, Gabriela mengungkapkan sangat bersyukur dan merasa terhormat bisa meraih dua gelar di ajang paling spektakuler di Sulawesi Utara (Sulut). “Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi saya, ini adalah bukti bahwa setiap proses dan kerja keras yang dilakukan dengan hati, tidak akan mengkhianati hasil. Saya merasa bangga bisa membawa identitas daerah saya dalam bentuk bakat dan ekspresi diri,” kata Gabriela kepada radarmanadoonline.com, Jumat (25/7/2025). Runner-up 2 Queen SMK Yadika Manado 2023, menuturkan sangat mengagumi 10 finalis Nona Manado 2025 lainnya. “Mereka (finalis Nona Manado lain, red) bukan hanya cantik dan berprestasi, tetapi juga punya karakter yang kuat dan semangat yang tinggi dalam membawa nama baik Kota Manado. Kami saling belajar, saling menguatkan, dan tumbuh bersama seperti sebuah keluarga baru yang saya sangat syukuri,” sambungnya. Harapan 2 Putri Medical Tourism Sentra Medika Hospital 2023, menuturkan, dia telah mengikuti rangkaian kegiatan PNNM 2025 dengan baik. Kegiatan tersebut diantarannya preliminary competition, talent show, pra karantina, karantina, photoshoot, video shoot, dan kegiatan lainnya. Dari rangkaian kegiatan PNNM 2025 itu, masa karantina menjadi paling berkesan bagi Siswa Terbaik dalam Praktek Asuhan Keperawatan RSU Manado Medical Center (MMC) periode 16 Oktober-24 November 2023. “Di (karantina, red) situ saya benar-benar merasakan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan juga momen-momen hangat bersama para finalis lain, yang membuat perjalanan ini terasa istimewa dan tak terlupakan,” ungkapnya. Di sesi talent show finalis PNNM 2025, peringkat 1 Ujian Akhir Sekolah Program Keahlian Asisten Keperawatan dan Caregiver SMK Yadika, membawakan tarian tradisional khas Minahasa, Tumatenden. Diketahui, tarian Tumatenden bercerita tentang legenda cinta antara manusia dan makhluk kahyangan. “Saya memilih tarian (Tumatenden, red) ini karena ingin mengangkat budaya lokal yang kaya makna, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda, agar lebih mencintai dan melestarikan budaya daerahnya,” ujarnya. Sebagai duta daerah/wisata Kota Manado, peringkat 2 Umum Ujian Akhir Sekolah SMK Yadika Manado 2024 berharap, ke depan dapat mengambil bagian dalam mempromosikan potensi wisata dan budaya Kota Manado, baik di tingkat lokal maupun nasional. “Saya ingin terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan pariwisata, serta menjadi contoh positif bagi generasi muda, bahwa kita bisa membawa perubahan lewat kontribusi nyata dari hal-hal kecil yang kita lakukan dengan konsisten,” sambungnya. Keberhasilan Gabriela di PNNM 2025 ini, juga tidak lepas dari dukungan dan kasih sayang dari berbagai pihak. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada kedua orang tua saya tercinta, yaitu mama Mesry, dan papa Ronald yang selalu mendoakan, membantu, serta menjadi kekuatan saya setiap hari. Juga kepada keluarga besar, paman, tante, dan sepupu saya, para sahabat, serta para pelatih, mentor, dan panitia PNNM 2025 yang telah membimbing dan mempercayai saya,” ucapnya.(axm)


