
MANADO, Radarmanadoonline.com-Gelaran Indonesia Menari 2025, sudah berakhir. Acara yang diinisiasi oleh Indonesia Kaya, dan dihelat di Atrium Manado Town Square (Mantos) Dua, Sabtu (12/10/2025), sukses digelar. Sebanyak 500 peserta yang tergabung dalam sekitar 70 kelompok tari tampil di ajang ini. Penilaian para juri super ketat dan sangat objektif. Para pengadil itu yakni Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok, selaku juri utama, Koreografer kenamaan Sulawesi Utara (Sulut), Koko Umar dan beberapa juri lainnya. Kepada Media ini, Koko yang baru saja menjadi koreografer di Pemilihan Putra-Putri Bitung 2025, mengaku merasa bangga dipercayakan sebagai salah satu juri di Indonesia Menari 2025.

“Sebagai salah satu juri lokal yang ditunjuk, tentu harus menguasai juga materi tarian yang di lombakan di 11 mall yang ada di Indonesia. Di sini kami para juri diajarkan koreo yang sudah ada, serta pakem gerakan yang ada di dalamnya. Dari Manado dipilih 5 juri lokal, serta dibantu 7 juri dari Jakarta, serta satu juri utama yaitu Mas Didik Nini Towo,” ungkap Koko kepada radarmanadoonline.com, Rabu (15/10/2025). Owner Studio 38 Entertainment ini, mengungkapkan dalam gelaran Indonesia Menari 2025, banyak bakat terpendam dari anak-anak muda Manado di bidang tarian tradisional modern. “Ini terlihat dari antusiasme peserta yang begitu membludak saat perlombaan yang bertempat di Mantos 2,” sambungnya. Koko yang pernah bersama Rumpun Kemilau Kinarya GSP pimpinan Guruh Soekarno Putra, menaruh harapannya terhadap pelaksanaan Indonesia Menari. “Harapan saya, semoga kesadaran cinta terhadap budaya Indonesia oleh anak-anak muda ini, makin besar di tengah budaya luar yang semakin merajalela khususnya tarian. Dan semoga, akan ada lomba-lomba di Manado seperti event Indonesia Menari yang diprakarsai oleh Indonesia Kaya,” harapnya.

Seperti diberitakan, ribuan warga tampak memadati Atrium Mantos Dua, menyaksikan ratusan penari yang menampilkan koreografi bertema Nusantara dengan penuh semangat dan kekompakan. Mereka berasal dari beragam latar belakang mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas tari, hingga masyarakat umum yang sama-sama menari membawakan koreografi karya Bathara Saverigadi Dewandoro, disertai medley delapan lagu daerah yang diaransemen ulang secara modern oleh Alffy Rev. Untuk Kota Manado, para peserta tampil di hadapan Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok. Tujuan penyelenggaraan Indonesia 2025 ini, yaitu mengajak masyarakat lebih dekat dengan semangat Indonesia Menari sekaligus mendorong partisipasi dalam perayaan budaya ini. Bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), acara ini terasa lebih spesial. Karena untuk pertama kalinya, Manado masuk dalam daftar tuan rumah Indonesia Menari. Setelah melalui penilaian para juri, kelompok tari dari Sanggar Gendang Gamalama, Ternate, Maluku Utara (Malut), meraih juara 1. Dengan kemenangan itu, kelompok tari Sanggar Gendang Gamalama, membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan Rp 15.000.000. Pemenang kedua diraih Pajongge Dancer dari Gorontalo dengan hadiah uang pembinaan Rp 12.500.000, dan Sanggar Seni Sengghigilang dari Manado di peringkat ketiga mendapatkan uang pembinaan Rp 10.000.000. Nantinya, akan diumumkan juga pemenang kategori kostum favorit pada 21 Oktober 2025, melalui akun Instagram @indonesia_kaya.(axm)
