16.3 C
New York
Minggu, April 19, 2026

Buy now

spot_img
Beranda Berita Diserang Pemberitaan Tendensius, Denny Mangala: Gubernur Yulius Komit Bangun Sulut, Tapi Butuh...

Diserang Pemberitaan Tendensius, Denny Mangala: Gubernur Yulius Komit Bangun Sulut, Tapi Butuh Proses

Denny Mangala

MANADO, Radarmanadoonline.com – Sejumlah pemberitaan dan unggahan di media sosial yang dinilai tendensius, menyerang pribadi dan kebijakan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, akhirnya ditanggapi oleh Juru Bicara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Daerah (Diskominfo) Denny Mangala.

Kepada awak media, Denny Mangala menegaskan bahwa tudingan miring seperti “pencitraan” maupun kritik terkait pengangkatan staf khusus dan kondisi infrastruktur jalan yang rusak harus dilihat secara proporsional dan bijak.

“Perlu dipahami bahwa kebijakan dan arah pembangunan Gubernur Yulius Selvanus tertuang dalam RPJMD Sulawesi Utara 2025-2029 yang tertuang dalam Perda Nomor 2 tahun 2025. Dimana dalam RPJMD tersebut berisi program Kerja untuk 5 tahun kedepan dan apa yang akan dilakukan setiap tahun tergambar dalam dokumen perencanaan tersebut,” jelas Mangala.

Lanjutnya, memang Gubernur dilantik sejak 20 Pebruari 2025 yang lalu, dimana APBD 2025 sementara berjalan dan dalam perkembangannya terjadi dinamika akibat kebijakan Efisiensi Nasional yang mengharuskan Pemprov Sulut melakukan penyesuaian anggaran.

“Tapi, Bapak Gubernur mampu menerapkan strategi yang taktis, sehingga tanpa APBD, paling tidak Warga pulau Gangga dan Talise bisa menikmati listrik selama 24 jam dan bahkan atas perjuangan Bapak Gubernur, Kementerian Desa akan membangun listrik 1 kali 24 jam di Desa di Pulau Talaud,” tambahnya.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus. (foto/ist)

Bukan hanya itu saja, Mangala juga mengatakan, bantuan bantuan yang mengalir ke Masyarakat seperti Alat alat pertanian, perikanan, pangan murah dan bantuan pangan masyarakat serta bantuan lainnya merupakan upaya perjuangan Bapak Gubernur kepada Pemerintah Pusat melalui berbagai Kementerian sehingga bisa dinikmati masyarakat Sulut.

Sementara itu, Pembangunan fisik baru akan berjalan setelah Pemerintah Pusat (Kemendagri) menyetujui Perda Perubahan APBD tahun 2025 yang baru dilakukan beberapa hari yang lalu.

“Bapak Gubernur belum intens mengunjungi masyarakat, karena langkah yang dilakukan Gubernur saat ini masih difokuskan pada penataan sistem, evaluasi program, koordinasi Lintas sektor terhadap semua permasalahan daerah, walaupun ada kesempatan kesempatan tertentu Bapak Gubernur berkunjung ke masyarakat,” ungkap Mangala.

Demikian halnya Gubernur Yulius secara intensif memperjuangkan alokasi anggaran Program Pusat bagi Sulawesi Utara.

Menurut Mangala hal ini dilakukan karena anggaran Daerah sangat terbatas.

“Tanpa dukungan pusat, kita tidak dapat mewujudkan lompatan pembangunan. Bersyukur kepada Tuhan saat ini dukungan Pusat mulai mengalir di Sulawesi Utara, seperti Perluasan Hub Port Bitung, Pembangunan SMA Taruna Nusantara yang sementara berlangsung di Langowan, Pembangunan Rumah Sakit di Bolsel, Pembangunan sarana dan prasarana lainnya serta berbagai bantuan yang menyentuh langsung masyarakat,” kata Mangala.

Terkait pengangkatan staf khusus, Denny menegaskan hal itu merupakan kebijakan yang sah dan bertujuan mendukung efektivitas kerja Gubernur dalam menjalankan fungsi koordinasi, komunikasi publik, dan percepatan kebijakan strategis daerah.

“Staf khusus yang ada saat ini sangat efektif dalam menopang kinerja Pemerintah Daerah. Dengan latar belakang Pengalaman, Pendidikan, dan kompetensi yang dimiliki masing masing, staf khusus tentu menjadi kekuatan bagi peningkatan kinerja Organisasi Pemprov,” jelas Mangala.

Eksistensi staf khusus bukan baru kali ini, sudah beberapa Gubernur dan bahkan Kabupaten memiliki staf khusus demikian juga di tingkat Kementerian.

“Setiap pimpinan daerah memiliki hak prerogatif dalam menata struktur pendukungnya, selama sesuai aturan. Staf khusus membantu mempercepat respons dan memperkuat jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Denny Mangala mengajak masyarakat untuk menyaring informasi secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan.

Mari berikan kesempatan kepada Gubernur untuk bekerja membangun Sulawesi Utara.

Kalaupun masih ada perbedaan-perbedaan pandangan politik, bawalah itu dalam nuansa demokratisasi dan jangan mengganggu jalannya pemerintahan dan pembangunan.

“Gubernur bekerja dengan visi yang jelas: membangun Sulawesi Utara yang maju, merata, dan berkeadilan. Mari kita dukung bersama langkah-langkah strategis Pemerintah Daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Denny Mangala.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini