



JAKARTA, Radarmanadoonline.com-Panitia perayaan Natal Yesus Kristus tingkat Nasional 2025 telah terbentuk. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dipercayakan sebagai ketua umum panitia perayaan Natal Yesus Kristus tingkat Nasional 2025. Wakil ketua umum Devi Taurisa dan Grace Salim. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, berada di posisi Bendahara Umum. Ketua panitia pelaksana, Pdt. Dr. Jason Joram Balompapueng. Dalam jajaran pengarah dan penasihat, ada sejumlah tokoh nasional seperti Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Nataliaus Pigai, dan Thomas Djiwandono. Sejumlah nama asal Sulawesi Utara (Sulut), juga berada dalam komposisi kepanitiaan perayaan Natal Yesus Kristus tingkat Nasional 2025 ini. Mereka yaitu Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Penasihat, Panitia Pengarah Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, Penasihat Panitia Marsda TNI Yori Koloay, Kapolda Sulut Irjen Pol. Royke Langie, berada di tim koordinasi pengamanan dan teknis kegiatan.Selain itu, Irjen Pol. (Purn.) Ronny Franky Sompie, wakil koordinator seminar, Michael Umbas, sebagai salah satu sekretaris panitia, Conny L Rumondor, berada dalam tim bidang aksi sosial, dan Melky Suawah di bidang massa/pengarah. Para rohaniwan dari berbagai Gereja di Indonesia, juga masuk dalam komposisi kepanitiaan perayaan Natal Yesus Kristus tingkat Nasional tahun ini. Mereka yaitu Pdt. Dr. Hano Abdinasti Palit (Koordinator Ibadah), Pdt. Lenta Simbolon, dan Pdt. Marvel Ed Kawatu. Panitia Perayaan Natal Yesus Kristus Tingkat Nasional 2025 ini, terbentuk melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1544 Tahun 2025, yang ditetapkan di Jakarta pada 7 Oktober 2025.

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, meminta agar perayaan Natal Yesus Kristus Tingkat Nasional 2025 digelar lebih berdampak, bermakna, mencerminkan semangat kebangsaan yang inklusif, dan damai. Hal itu disampaikan Menag Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, saat menerima panitia perayaan Natal Yesus Kristus tingkat Nasional 2025 di ruang rapat Kantor Kementerian Agama, Kamis (9/10/2025). “Kita ingin perayaan Natal tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum spiritual dan kebangsaan yang memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan ketenangan batin seluruh umat,” ujar Menag. Dalam pertemuan ini Menag Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, menekankan pentingnya koordinasi yang matang antara panitia, Kementerian Agama, dan lembaga terkait, khususnya dalam penyesuaian agenda dengan jadwal Presiden. “Kita perlu memastikan jadwal Presiden sesuai, karena kehadiran beliau (Presiden, red) dalam peringatan Natal menjadi prioritas utama. Semua harus dipersiapkan agar berjalan lancar,” tegasnya. Menag juga mengingatkan agar pemilihan lokasi perayaan memperhatikan kondisi cuaca dan kenyamanan peserta. “Natal kali ini bertepatan dengan musim hujan. Pilih tempat yang paling aman dan nyaman agar ibadah dan perayaan tetap berjalan maksimal,” imbuhnya. Menag juga mendorong agar panitia menghadirkan ide-ide baru yang kreatif dan menggugah. “Bisa kita tampilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Tampilkan warna Indonesia yang kuat—solidaritas, toleransi, dan semangat kebangsaan. Itulah pesan utama yang ingin kita tunjukkan kepada dunia,” tuturnya. Menag menegaskan, bahwa negara berkewajiban hadir dan adil dalam mendukung seluruh kegiatan keagamaan. “Saya yakin, dengan kerja sama yang baik, Natal tahun ini akan menjadi momentum indah yang memperkuat harmoni antarumat beragama,” ujarnya optimistis. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Yesus Kristus Nasional 2025, Devi Taurisa, menyampaikan bahwa pihaknya ingin menjadikan perayaan Natal Yesus Kristus Nasional tahun ini lebih tertata dan berdampak. “Kami belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Penentuan lokasi, jumlah peserta, dan rangkaian acara akan kami finalisasi dengan lebih matang,” jelas Devi. Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, menambahkan bahwa tahun ini akan dihadirkan kegiatan yang lebih luas dan inklusif. “Selain ibadah dan perayaan utama, kami juga menyiapkan seminar, bakti sosial lintas iman, dan kegiatan olahraga seperti jalan sehat,” ungkapnya. Dalam forum tersebut, juga mengemuka gagasan untuk mengundang perwakilan negara sahabat tanpa membatasi latar belakang agama, sebagai wujud keterbukaan Indonesia terhadap perdamaian dunia. Pada pertemuan tersebut juga diusulkan tema yaitu “Natal for All”, yang diharapkan mencerminkan semangat kasih, toleransi, dan persaudaraan lintas iman. “Perayaan Natal Nasional 2025 harus menjadi wajah Indonesia yang penuh kasih, damai, dan bersatu dalam keberagaman,” ujar Menag.(kpc/axm)
