JAKARTA, Radarmanadoonlin.com-PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) secara resmi telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2025 yang digelar pada Rabu (15/10/2025), dengan agenda perubahan pengurus perseroan. Dalam RUPSLB tersebut, Wamildan Tsani Panjaitan dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama dan digantikan oleh Glenny Kairupan, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris GIAA. “Para pemegang saham resmi menyetujui pengangkatan Glenny H. Kairupan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru, serta memberhentikan dengan hormat Wamildan Tsani yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak 15 November 2024 lalu,” bunyi keterangan resmi, yang dikutip Kamis (16/10/2025).

Tak hanya menunjuk Dirut baru, RUPSLB tersebut juga turut menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Wakil Direktur Utama. Kemudian, turut mengangkat Balagopal Kunduvara sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi, serta Frans Dicky Tamara sebagai Komisaris. GIAA memastikan, agenda perubahan susunan pengurus ini merupakan bagian dari langkah strategis Perseroan dalam memperkuat proses restrukturisasi penyehatan. Bahkan sebelumnya telah memperoleh dukungan dan persetujuan dari pemegang saham, c/q Pemerintah Indonesia, dan pengawasan, serta pengelolaan oleh BPI Danantara Indonesia. Dukungan tersebut mencakup strategi optimalisasi model bisnis, penguatan struktur pendanaan jangka panjang, serta penguatan tata kelola, dan memastikan arah dan program restrukturisasi berkelanjutan. Bahkan, langkah-langkah ini selaras dengan strategi nasional Pemerintah dalam memperkuat konektivitas udara domestik dan internasional. “Mendukung pemulihan serta pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat penerbangan regional di kawasan Asia Tenggara,” tutup keterangan tersebut. Dengan demikian maka berikut ini adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) sesuai keputusan RUPSLB tanggal 15 Oktober 2025 adalah sebagai berikut, Dewan Komisaris, yaitu Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Fadjar Prasetyo, Komisaris Chairal Tanjung, Komisaris Frans Dicky Tamara, dan Komisaris Independen: Mawardi Yahya. Direksi, Direktur Utama Glenny H. Kairupan, Wakil Direktur Utama Thomas Sugiarto Oentoro, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Balagopal Kunduvara, Direktur Niaga Reza Aulia Hakim, Direktur Operasi Dani Haikal Iriawan, Direktur Teknik: Mukhtaris, Direktur Human Capital & Corporate Service Eksitarino Irianto, dan Direktur Transformasi Neil Raymond Mills. Sementara itu sosok Glenny H. Kairupan, bukan nama asing di tubuh maskapai pelat merah tersebut. Sebelum dipercaya menjadi dirut, dia telah duduk sebagai Komisaris Garuda Indonesia dan dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia korporasi, khususnya di bidang keuangan dan restrukturisasi perusahaan. Lantas, siapa Glenny Kairupan yang kini resmi menjabat sebagai Direktur Utama baru Garuda Indonesia? Pria kelahiran Manado, 11 Februari 1949 ini adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan rekam jejak panjang di dunia militer maupun politik. Glenny Kairupan tercatat sebagai lulusan AKABRI Darat angkatan 1973, satu angkatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Semasa taruna, Glenny dikenal dekat dengan Prabowo. Keduanya bahkan pernah tinggal di paviliun yang sama di Magelang dan berada dalam satu kompi. Karir militernya dimulai setelah dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri pada 1973. Dia sempat menempuh pendidikan di Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara Curug dan menjadi pilot helikopter Penerbad. Glenny juga terlibat dalam operasi militer di Timor Timur pada 1976. Beberapa posisi strategis pernah diemban, mulai dari Komandan Korem 073/Makutarama Salatiga, Asisten Intelijen Divisi Infanteri 1 Kostrad, hingga asisten atase pertahanan di Filipina. Dia juga sempat menimba ilmu di Divisi Infanteri 25 Angkatan Darat Amerika Serikat di Hawaii pada 1980. Usai reformasi, Glenny aktif di Dewan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum, serta menjadi bagian dari Satgas Panitia Penentuan Pendapat Timor Timur (P3TT) yang berkoordinasi dengan UNAMET menjelang referendum 1999. Namun, dia menutup masa dinasnya pada 2004 dengan pangkat Mayor Jenderal, sebelum menerima kenaikan pangkat kehormatan Letnan Jenderal (Hor) dari Presiden Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025. Tak berhenti di dunia militer, Glenny kemudian berkiprah di Partai Gerindra. Dia pernah menjabat Ketua DPD Gerindra Sulawesi Utara (2008–2016) dan kini duduk sebagai anggota Dewan Pembina DPP Gerindra. Dinilai dekat dengan Prabowo, Glenny sempat berkiprah dalam Pilpres 2019 karena dipercaya sebagai Direktur Penggalangan BPN Prabowo–Sandiaga Uno. Selain aktif di politik, Glenny juga memiliki latar akademik kuat. Glenny meraih gelar sarjana dari Universitas Suryadarma dan magister dari American World University. Dia menikah dengan Sri Ekasari Rachmadiarti pada 1980 dan dikaruniai seorang putri, Juwita Debbie Kairupan. Kini, di usia 76 tahun, Glenny kembali dipercaya memimpin Garuda Indonesia untuk mendukung langkah strategis Perseroan dalam memperkuat proses restrukturisasi penyehatan. (jwc/axm)
