
JAKARTA, Radarmanadoonline.com-Kedutaan Besar RI (KBRI) Manila, memantau perkembangan situasi pascabencana Topan Fung-wong yang melanda sejumlah wilayah di Filipina. Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, di Jakarta, Senin (10/11/2025). Yvonne mengungkapkan, pihak KBRI Manila belum mendapatkan laporan dari WNI yang terdampak Topan Fung-wong. “Hingga kemarin, KBRI belum menerima laporan maupun pengaduan melalui hotline, terkait adanya WNI yang terdampak bencana tersebut,” ujar Yvonne. Dia menyatakan, sebagai langkah antisipasi, KBRI telah menyebarkan imbauan kepada masyarakat Indonesia di Filipina agar tetap waspada. Termasuk, untuk segera menghubungi hotline KBRI Manila jika membutuhkan bantuan. “Sebagai langkah antisipasi, KBRI telah menyebarkan imbauan kepada masyarakat Indonesia di Filipina melalui berbagai simpul masyarakat dan grup komunikasi daring. Agar tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat,” kata Yvonne menekankan. Yvonne mengimbau untuk segera menghubungi hotline KBRI Manila (+63 9541583125) apabila membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan dampak bencana. Adapun Topan Fung-wong kini melintasi Laut Cina Selatan dan diperkirakan akan menuju Taiwan. Seperti dilansir BBC, Topan ini menghantam Provinsi Aurora di Luzon dan melemah menjadi topan beberapa jam kemudian. Sekitar 1,4 juta penduduk Filipina telah dievakuasi secara preemtif sebelum Fung-wong mendarat pada Minggu (9/10/2025) sebagai topan super. Yakni, membawa angin berkecepatan 185 km/jam (115 mph) dan hembusan berkecepatan 230 km/jam (143 mph). Topan Fung-wong juga memicu banjir, tanah longsor dan memutus aliran listrik ke seluruh provinsi. Seperti dilansir CNN, Topan ini menewaskan sedikitnya dua orang sebelum menerjang Filipina pada Senin (10/11/2025).(cnc/axm)
