MANADO, Radarmanadoonline.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Jumat (14/11/2025). Penandatanganan ini dirangkaikan dengan kuliah umum bertema Perpajakan dan Masa Depan Indonesia yang diikuti mahasiswa dari berbagai jurusan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi perpajakan berbasis vokasi, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan profesi konsultan pajak.
Pembicara utama pada kuliah umum ini adalah Dr. Agustina Mappadang, Wakil Ketua Departemen Penelitian dan Pengkajian Kebijakan Fiskal IKPI. Dalam pemaparannya, Agustina menjelaskan transformasi administrasi perpajakan melalui penerapan sistem Coretax, yang kini menjadi tulang punggung digitalisasi perpajakan nasional.

“Kehadiran MoU membuka peluang pengembangan kelas industri, program magang di kantor konsultan pajak, riset digital taxation, serta pelatihan praktis terkait implementasi teknologi di bidang perpajakan,” ujar Agustina kepada media.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa vokasi seperti di Polimdo memiliki posisi strategis dalam masa transisi perpajakan menuju era digital.
“Generasi muda harus menjadi penggerak pajak menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya menegaskan.
Kerja sama antara Polimdo dan IKPI mencakup pengembangan kurikulum perpajakan, peningkatan kompetensi praktis mahasiswa, pertukaran praktisi profesional, serta penelitian bersama terkait kebijakan fiskal dan perpajakan digital.
Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, menyampaikan bahwa sinergi ini sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menekankan praktik, keahlian, dan kesiapan kerja.
Polimdo berharap kemitraan ini tidak hanya memperkuat proses pembelajaran di kampus, tetapi juga membuka jalan bagi mahasiswa untuk masuk ke dunia profesional dengan bekal kompetensi perpajakan modern—mulai dari administrasi digital, analisis regulasi, hingga konsultasi pajak.
Kegiatan kuliah umum ini juga menjadi bagian dari upaya Polimdo memperluas jejaring industri dan profesi, sekaligus memberikan akses mahasiswa terhadap isu-isu fiskal yang relevan dengan perkembangan ekonomi Indonesia.(ivn)





