32.4 C
Manado
Kamis, Agustus 20, 2026
spot_img
Beranda Pendidikan Polimdo Prof. Bassaruddin Nilai Kemajuan Polimdo Luar Biasa, Prof. Tri: Direktur Sudah Melihat...

Prof. Bassaruddin Nilai Kemajuan Polimdo Luar Biasa, Prof. Tri: Direktur Sudah Melihat Masa Depan

blank

MANADO, Radarmanadoonline.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar talk show dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-38, Selasa (9/12/2025), di Auditorium Prof. Ruddy Tenda. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional di bidang pendidikan tinggi.

Talk show tersebut menghadirkan Tjan Bassaruddin, Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Indonesia, Tri Hanggono Achmad, Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Indonesia, serta Ruddy Tenda, Founding Father Polimdo.

blank

Sebelum pemaparan para narasumber, Direktur Polimdo Dra. Mareyke Alelo, MBA, menyampaikan kilas balik perjalanan Polimdo sejak awal berdiri hingga memasuki usia ke-38 tahun.

“Setelah 38 tahun perjalanan, kini saatnya kita melakukan kontemplasi dan refleksi atas arah yang sedang kita tempuh,” ujar Mareyke.

Ia menyampaikan penghormatan kepada Prof. Ruddy Tenda dan keluarga yang telah meletakkan fondasi pembangunan Polimdo sejak masa awal, ketika kawasan kampus masih berupa semak dan pepohonan. Mareyke kemudian menegaskan visi Polimdo sebagai pusat unggulan teknologi, inovasi, dan pembelajaran transformatif berwawasan internasional.

Baca Juga:  Polimdo Buka Semester Antara 2025/2026, Kesempatan Mahasiswa Perbaiki Nilai

“Dari desa, kita ingin menuju dunia,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Mareyke juga menjelaskan roadmap pengembangan Polimdo ke depan. Ia menyebutkan bahwa upaya menuju status Badan Layanan Umum (BLU) masih menghadapi tantangan, terutama mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi mahasiswa di kawasan Indonesia Timur yang sebagian besar memiliki UKT relatif rendah.

“Perjalanannya masih panjang. Namun pada 2035, kami berharap Polimdo dapat menjual technology entrepreneurship, smart vocational industry, dan menjadi salah satu world class university,” jelasnya.

Meski demikian, Polimdo terus mencatatkan berbagai capaian. Pada tahun 2024, Polimdo menempati peringkat 1.386 dunia sebagai salah satu The World’s Most Sustainable University, seiring dengan penguatan konsep green campus. Berbagai penghargaan nasional dan internasional juga diraih, di antaranya keberhasilan membina Desa Budo menjadi desa mandiri, keterlibatan dalam program pemberdayaan masyarakat pesisir bersama Bank Indonesia, hingga sertifikasi PADI untuk pelatihan selam.

Baca Juga:  Delegasi Taiwan Kunjungi Polimdo, Kerja Sama Magang dan Karier Internasional Diperkuat

Selain itu, hasil riset civitas akademika Polimdo melahirkan beragam inovasi, mulai dari teknologi pengolahan gula semut, pengolahan cakalang fufu, energi terbarukan bagi nelayan, alat pendeteksi bencana yang digunakan Pemerintah Kota Manado, hingga mesin pencacah plastik yang dapat diolah kembali menjadi produk furnitur dan paving block.

blank

Dalam sesi pemaparannya, Prof. Bassaruddin menyampaikan apresiasi atas kemajuan Polimdo yang dinilainya sejalan dengan arah kebijakan pengembangan pendidikan tinggi nasional.

“Kemajuan Polimdo luar biasa dan selaras dengan strategi pengembangan pendidikan tinggi,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan saat terjadi bencana, tetapi juga harus hadir dalam upaya pencegahan, edukasi, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

“Pendidikan tinggi harus membawa dampak positif dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Tri Hanggono Achmad menyampaikan penghargaan kepada Prof. Ruddy Tenda atas fondasi kuat yang telah dibangun sejak awal berdirinya Polimdo.

Baca Juga:  Tim Green Campus Polimdo Jajaki Kerja Sama dengan UTHM Malaysia di Bidang Sustainable Construction

“Pekerjaan besar selalu dimulai dari fondasi yang kuat. Ibu Direktur sudah melihat masa depan Polimdo dengan jelas,” ujarnya.

Menurut Prof. Tri, Polimdo tidak boleh berhenti pada target BLU, tetapi harus melakukan lompatan yang lebih tinggi dengan mengandalkan sumber daya manusia sebagai aset utama.

“Aset terbesar Polimdo bukan gedung, melainkan SDM-nya,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa di tengah perkembangan teknologi, nilai kemanusiaan (humanity) tetap menjadi unsur yang tidak tergantikan.

“Polimdo dibangun dengan teknologi, tetapi untuk kemanusiaan,” katanya.

Pada sesi penutup, Prof. Ruddy Tenda membagikan kisah awal penugasannya dalam membangun Polimdo. Ia menegaskan bahwa capaian Polimdo hari ini merupakan hasil perjalanan panjang, kerja keras, serta komitmen berbagai pihak yang terlibat sejak awal hingga saat ini.(ivn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini