32.4 C
Manado
Kamis, Agustus 20, 2026
spot_img
Beranda Pendidikan Polimdo Polimdo Rencanakan Pembukaan S2 Magister Terapan Pariwisata, Ini Penjelasan Kemdiktisaintek

Polimdo Rencanakan Pembukaan S2 Magister Terapan Pariwisata, Ini Penjelasan Kemdiktisaintek

blank

MANADO, Radarmanadoonline.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) tengah merencanakan pembukaan Program Studi S2 Magister Terapan Pariwisata sebagai bagian dari pengembangan pendidikan vokasi. Rencana tersebut disampaikan Ketua Jurusan Pariwisata Polimdo, Bernadain D. Polii, dalam dialog bersama Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Indonesia, Tjan Bassaruddin, Selasa (9/12/2025), di Auditorium Prof. Ruddy Tenda.

Dalam forum tersebut, Bernadain menjelaskan bahwa Polimdo telah mengusulkan pembukaan program S2 Magister Terapan, namun masih menghadapi sejumlah pertanyaan terkait kebijakan nasional.

“Kami sedang mengusulkan pembukaan Program Studi S2 (Magister Terapan). Namun, muncul kekhawatiran ketika mendengar isu bahwa pendirian S2 terapan akan dibatasi,” ujar Bernadain.

Ia berharap adanya kejelasan regulasi, mengingat saat ini telah banyak perguruan tinggi yang menaungi program vokasi hingga jenjang lanjutan. Menurutnya, kepastian kebijakan sangat dibutuhkan agar perencanaan institusi dapat berjalan optimal.

Baca Juga:  Direktur Polimdo Jadi Irup Hari Pahlawan, Sampaikan Amanat Mensos RI

Menanggapi hal tersebut, Prof. Tjan Bassaruddin selaku Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Tinggi sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek menegaskan bahwa pada prinsipnya kementerian terbuka terhadap pengembangan program S2 Magister Terapan.

Ia menjelaskan bahwa regulasi yang berlaku saat ini masih mengacu pada Permen Nomor 39, dan secara substansi undang-undang memungkinkan lulusan vokasi maupun jalur kewirausahaan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2.

“Setahu saya, undang-undang memungkinkan lulusan entrepreneur melanjutkan ke pendidikan S2, tidak hanya sarjana atau DIV. Hingga kini kita masih sering rancu membedakan S2 terapan dan S2 reguler, padahal sebenarnya hanya berbeda pada label,” jelas Prof. Tjan.

Dialog tersebut menjadi ruang klarifikasi sekaligus penguatan arah kebijakan, khususnya bagi perguruan tinggi vokasi seperti Polimdo yang tengah mengembangkan jenjang pendidikan lanjutan berbasis terapan. (ivn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini