
NUSANTARA, Radarmanadoonline.com-Setelah berkunjung ke Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya di kota Bitung dan Manado dalam rangka nenghadiri perayaan Natal Yesus Kristus, Desember 2025, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Gibran Rakabuming Raka, berkunjung ke Ibu Kota Nussntara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (30/12/2025).


Dengan menggunakan pesawat milik TNI-Angkatan Udara jenis Boeing 737-900, Wapres Gibran Rakabuming Raka yang didampingi istri Selvi Ananda, dan sejumlah pejabat, mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Nusantara sekitar pukul 12.49 Wita. Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengonfirmasi keberhasilan pendaratan dengan penumpang Wapres Gibran Rakabuming Raka beserta istrinya, tersebut. “Mendarat 12.49 local time. Alhamdulillah safe and smooth landing. Pesawat TNI AU jenis B737-900. Tidak ada pengawalan F16 atau pesawat lain. Penerbangan tanpa pengawalan jet tempur ini seolah mengirimkan pesan ketenangan dan kepercayaan diri pemerintah atas keamanan di wilayah ibu kota baru,” kata Imam kepada wartawan. Di hari pertama kunjungan perdana Wapres Gibran Rakabuming Raka, meninjau titik-titik strategis di kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Fokus utama kunjungan lapangan ini adalah fasilitas peribadatan yang merepresentasikan kemajemukan Indonesia yakni masjid negara, dan Basilika Santo Fransiskus Xaverius. Wapres menerima paparan mendalam bahwa pembangunan masjid negara hampir rampung sepenuhnya. Dengan struktur megah, terdiri dari 4 lantai utama dan 2 lantai mezzanine. Masjid ini dirancang bukan hanya sebagai tempat salat, tapi juga pusat peradaban dengan adanya ruang sidang ma’rifat. Progres masjid negara saat ini sudah mencapai 98,40 persen dengan kapasitas 60.000 jemaah. Fasilitasnya dilengkapi dengan ruang imam, ruang wudu modern, dan kubah utama yang ikonik. Sementara itu, Basilika Santo Fransiskus Xaverius Nusantara menunjukkan perkembangan fisik sebesar 97,5 persen. Inilah sejarah baru bagi dunia religi Tanah Air. IKN akan memiliki Basilika pertama di Indonesia. Gereja ini ditargetkan rampung pada Februari 2026 dengan kapasitas 1.600 umat. Peresmiannya direncanakan dilakukan serentak dengan masjid negara dan rumah ibadah lainnya pada pertengahan 2026, sebagai simbol moderasi beragama. Suasana hangat tercipta di sela-sela peninjauan. Gibran tak segan menghentikan langkahnya untuk menyapa langsung para pekerja konstruksi yang sedang melakukan pekerjaan finishing di area masjid dan Gereja.(kpc/axm)
