32.4 C
Manado
Kamis, April 30, 2026
spot_img
Beranda Berita Gerak Cepat, Gubernur Yulius Pantau Langsung Pengiriman Bantuan Bencana Banjir Bandang di...

Gerak Cepat, Gubernur Yulius Pantau Langsung Pengiriman Bantuan Bencana Banjir Bandang di Siau

Gerak Cepat, Gubernur Yulius Pantau Langsung Pengiriman Bantuan Bencana Banjir Bandang di Siau. (foto/ist)

MANADO, Radarmanadoonline.com – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, menunjukkan gerak cepat dalam menangani bencana banjir bandang yang menimpa masyarakat di Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin (5/1/2026).

Didampingi Ketua TP PKK Sulut, Anik Yulius Selvanus, Gubernur meninjau langsung proses pemuatan dan pengiriman bantuan logistik serta personel bantuan di Pelabuhan Manado, Senin (5/1/2026) sore.

​Pengiriman bantuan ini menggunakan KM Barcelona yang dijadwalkan bertolak dari Manado dan diperkirakan tiba di Sitaro pada Selasa, 6 Januari 2026 dini hari.

Dalam kesempatan tersebut ​Gubernur menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Sitaro.

“Saya atas nama Pribadi dan Pemerintah provinsi Sulut menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di siau, kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” ujar Gubernur Yulius.

Ia mengungkapkan bahwa informasi bencana diterima sejak pukul 02.30 Wita akibat cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang.

​”Cuaca begitu ekstrem yang berdampak terjadinya banjir dengan membawa material kayu dan bebatuan. Ada dua desa yang tertimpa bencana cukup parah, sehingga warga harus dievakuasi keluar dari desa tersebut,” ujar Gubernur Yulius.

Suasana di Siau Timur setelah mengalami bancana banjir bandang. (foto/ist)

​Gubernur juga menyoroti perlunya alat berat di lokasi untuk membersihkan material sisa bencana.

“Saya lihat untuk batu-batu besar harus diangkat dengan ekskavator. Koordinasi antara Pemda Sulut dan Pemkab Sitaro terus ditingkatkan, dan kami berupaya memberdayakan alat-alat yang ada di sana terlebih dahulu,” tambahnya.

​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya mengirimkan bahan pokok, tetapi juga bantuan kekuatan personel untuk mempercepat pemulihan di lokasi bencana.

Sekitar 500 personel TNI dan Polri diberangkatkan untuk membantu evakuasi dan meringankan beban masyarakat.

​Hingga saat ini, berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 11 jiwa, korban hilang 4 orang, dan korban luka-luka 18 orang.

​Kurang lebih 200 orang terdampak bencana, termasuk kerusakan yang terjadi pada fasilitas umum seperti Polres Sitaro.

​Gubernur menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi di Sitaro.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini