25.6 C
Manado
Rabu, Mei 20, 2026
spot_img
Beranda Pendidikan Dosen Tetap UI, Dian Sastro Merasa Lebih Muda 

Dosen Tetap UI, Dian Sastro Merasa Lebih Muda 

JAKARTA, Radarmanadoonline.com-Aktris sekaligus model Dian Sastrowardoyo kini punya kartu identitas baru. Bukan lagi cuma aktris papan atas, tapi perempuan cantik yang memiliki nama asli Diandra Paramita Sastrowardoyo itu, juga dosen tetap di Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Pemeran tokoh Cinta di Film Ada Apa Dengan Cinta itu, resmi bergabung sebagai pengajar di kampus Kuning ini. Langkah tersebut menandai keseriusan pemeran tokoh Raden Ajeng Kartini dalam film Kartini.

Diandra Paramita Sastrowardoyo

Peraih piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Kartini, di Festival Film Indonesia (FFI) 2004 menekuni dunia akademik, setelah bertahun-tahun fokus di layar lebar. UI sejatinya bukan tempat asing buat Gadis Sampul 1996. Dian lulusan Fakultas Ilmu PengetahuanBudaya (FIB) jurusan Filsafat. Gelar magisternya pun diraih di kampus yang sama lewat program Master of Business Administration (MBA). Pemeran Film Gangster, mengaku merasa lebih muda sekaligus lebih melek isu terkini sejak rutin berinteraksi dengan mahasiswa. “Kalau ngajar kita jadi belajar dua kali. Kedua, kalau kita selalu membuka diri, apa yang bisa diskusi sama generasi yang lebih muda, kita jadi lebih seger,” kata Dian saat berbincang di podcast Raditya Dika. Sebagai dosen tetap, pemeran tokoh Laras di film Esok Tanpa Ibu, kini memikul tri darma perguruan tinggi. Yaitu mengajar, meneliti, sampai turun ke masyarakat. Pengalaman panjangnya di industri film ikut dibawa ke ruang kuliah. Gaya mengajarnyabakal bukan sekadar teori, tapi praktik lapangan. “Menurut gue ini bikin kita jadi lebih up to date juga, lebih ngerti  juga kan when you produce a movie. Kan lu juga perlu lebih ngerti sebenarnya audience tuh siapa sih, maunya apa sih, yang jadi curiosity mereka apa sih,” ucapnya. Kehadiran Dian juga bisa jadi jembatan antara dunia kampus dan industri kreatif. Bukan cuma soal gelar, tapi soal perspektif soal bagaimana karya diproduksi, pasar dibaca, dan ide diterjemahkan jadi praktik nyata.(ilc/axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini