MANADO, Radarmanadoonline.com-Berbagai kegiatan telah dilaksanakan pada Valentine’s Day atau hari kasih sayang 14 Februari 2026. Namun, dari sejumlah kegiatan tersebut, iven bertajuk Sulawesi Utara (Sulut) Kingdom Of Myth sangat beda dengan acara lainnya. Iven yang dilaksanakan oleh ICONV Model Agency dan mengusung tema Medieval (abad pertengahan), digelar di Rumah Alam, Ring Road, Manado, Sabtu (14/2/2026). Kepada Media ini Ketua pelaksana iven, Indah Jhosepin Veronika, menerangkan kegiatan tersebut digelar pada 14 Februari 2026 karena bertepatan dengan Valentine’s Day atau hari kasih sayang. Indah mengungkapkan, Sulut Kingdom Of Myth merupakan iven medieval pertama dan satu-satunya pelopor utama di Sulut.
“Sejak awal digelar, Sulut Kingdom Of Myth telah mengusung tema kerajaan abad pertengahan sebagai identitas utama. Konsep tersebut tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi dikembangkan secara menyeluruh sebagai fondasi acara,” kata Indah kepada radarmanadoonline.com, Minggu (22/2/2026) malam. Indah mengatakan, di tengah banyaknya iven tematik yang bermunculan, Sulut Kingdom Of Myth hadir dengan karakter yang kuat dan konsisten. “Hal ini menjadikannya berbeda dari kegiatan serupa yang hanya mengangkat tema secara parsial,” sambungnya.
Dia menuturkan, konsep medieval dibangun secara menyeluruh. “Salah satu kekuatan utama Sulut Kingdom Of Myth terletak pada konsep yang dirancang secara detail. Kami menghadirkan suasana kerajaan abad pertengahan yang terasa nyata melalui berbagai elemen visual dan artistik. Dekorasi, ornamen, serta properti pendukung disusun untuk menciptakan nuansa khas era medieval. Setiap sudut lokasi dirancang agar mampu membawa pengunjung masuk ke dalam atmosfer kerajaan klasik,” urainya. Tata panggung dan pengaturan ruang, kata Indah, juga diperhatikan secara matang guna mendukung pengalaman imersif bagi para pengunjung. “Kostum jadi daya tarik utama. Selain visual, kostum menjadi bagian penting yang memperkuat identitas acara. Dan, para peserta tampil dengan berbagai karakter. Mulai dari bangsawan, ksatria, hingga tokoh fantasi,” ungkapnya.
Menurutnya, penggunaan busana bertema medieval ini tidak hanya sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian dari pengalaman menyeluruh yang ditawarkan oleh Sulut Kingdom Of Myth. “Pendekatan ini membuat acara terasa lebih hidup, dimana setiap orang yang hadir turut berperan dalam membangun suasana kerajaan abad pertengahan,” ujarnya. Indah menambahkan, banyak yang hadir di iven Sulut Kingdom Of Myth termasuk anak-anak. Di acara tersebut, juga ada tukar cokelat. Menurut Indah, acara digelar di Rumah Alam karena menghadirkan kuda sebagai objek iven bertema abad pertengahan.
“Harapan saya, sebagai event medieval pertama di Sulut dan satu satunya yang menghadirkan kuda dalam event, ke depannya semakin banyak kolaborasi antar komunitas, untuk terus hadirkan kreativitas di Sulawesi Utara, dan sebagai media menarik turis untuk merasakan nuansa dogeng dambil berkuda,” jelasnya.(axm)
