24 C
Manado
Sabtu, Juli 4, 2026
spot_img
Beranda Nasional Akmil Peringati 77 Tahun Pertempuran Plataran, Mayjen Rano Tilaar: Momentum Meneguhkan Kembali...

Akmil Peringati 77 Tahun Pertempuran Plataran, Mayjen Rano Tilaar: Momentum Meneguhkan Kembali Nilai-Nilai Perjuangan, Pengorbanan, dan Patriotisme

blank

blank
Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E, saat memimpin upacara peringatan 77 tahun pertempuran Plataran, di Monumen Plataran, Sleman, Yogyakarta, Selasa (24/2/2026).(foto/penhumas akmil)

YOGYAKARTA, Radarmanadoonline.com-Jajaran Akademi Militer (Akmil) memperingati 77 tahun pertempuran Plataran. Peringatan 77 tahun pertempuran Plataran diwarnai upacara yang dilaksanakan di Monumen Plataran, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (24/2/2026). Upacara peringatan 77 tahun pertempuran Plataran dipimpin Gubernur Akmil Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E. Dalam amanatnya, Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E mengatakan bahwa peringatan Pertempuran Plataran bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi menjadi momentum meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan patriotisme. Mayjen TNI Rano Tilaar, menegaskan bahwa pembelajaran sejarah di Akademi Militer tidak hanya bersifat teoritis, melainkan diinternalisasikan melalui Pembinaan Kejuangan (Binjuang), sehingga para Taruna mampu memahami makna dan nilai di balik setiap peristiwa heroik bangsa. Mayjen TNI Rano Tilaar, mengingatkan para Taruna/Taruni sebagai calon pemimpin TNI-Angkatan Darat agar tidak hanya unggul secara fisik dan taktik, tetapi juga matang secara intelektual dan kokoh secara moral. “Nilai-nilai perjuangan Pertempuran Plataran harus menjadi fondasi dalam membangun profesionalisme, loyalitas, dan integritas prajurit, berlandaskan Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Mayjen TNI Rano Tilaar, seperti dilansir dari keterangan Penhumas Akmil, Kamis (26/2/2026), Pertempuran Plataran merupakan bagian dari rangkaian perjuangan pasca Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Pada 24 Februari 1949, di wilayah Plataran terjadi pertempuran sengit yang mengakibatkan gugurnya dua perwira remaja, lima taruna, satu anggota tentara pelajar, serta sejumlah warga. Nama-nama taruna yang gugur tersebut kini diabadikan menjadi nama gedung dan fasilitas di lingkungan Akademi Militer sebagai bentuk penghormatan dan pengingat semangat juang bagi generasi penerus.(penhumas akmil/axm)

Baca Juga:  Ketua Tim Pemenangan Joune–Kevin Klaim Menang Pilkada 65 Persen Suara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini