BOLMUT, Radarmanadoonline.com–Semangat kerukunan antarumat beragama terpancar nyata di Kecamatan Bolangitang Timur, tepatnya di wilayah Desa Binjeita Bersatu. Dalam sebuah aksi yang menyentuh hati, umat Nasrani dari Desa Binjeita 2 menunjukkan solidaritas tinggi dengan bergotong royong membantu pekerjaan di Masjid Al-Faqih, Desa Binjeita Induk. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dalam kebaikan. Binjeita 03 Maret 2026
Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Sangadi (Kepala Desa) Binjeita 2 Bapak Ibrahim Coloay bersama tokoh agama Kristen, Bapak Pdt. Erik Patonaung, S.Th. Kehadiran para pemimpin desa dan tokoh agama di tengah-tengah masyarakat ini memberikan energi positif, memperlihatkan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan pemuka agama sangat krusial dalam merawat kerukunan.

“Keterlibatan aktif umat Nasrani dalam pembangunan atau pemeliharaan sarana ibadah umat Muslim di Binjeita bukanlah pemandangan asing, melainkan tradisi yang terus dijaga. Pemandangan ini menciptakan suasana yang sangat sejuk, di mana masyarakat hidup berdampingan secara rukun, aman, dan damai. Hal ini selaras dengan nilai-nilai toleransi yang ditekankan dalam pembentukan karakter masyarakat yang inklusif” Ujar Ibrahim Coloay
Desa Binjeita sendiri memang telah lama dikenal dan secara resmi dikukuhkan sebagai Kampung Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama Kabupaten Bolmut. Program ini bertujuan untuk menjadikan desa tersebut sebagai model kolaborasi lintas unsur yang ideal bagi daerah lain di Sulawesi Utara dalam menjaga harmonisasi keberagaman.
“Harapannya Keindahan hidup rukun di Binjeita Bersatu dapat terus lestari dan menginspirasi wilayah lain. Melalui aksi gotong royong di Masjid Al-Faqih ini, masyarakat setempat kembali menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa.” (Fais Tunggil)
