Radarmanadoonline.com, MANADO — Program Studi Sarjana Terapan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menjalani tahapan penting dalam proses akreditasi melalui asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) pada 30–31 Maret 2026 di Manado.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang informatika, sekaligus menegaskan komitmen Polimdo dalam meningkatkan kualitas program studi secara berkelanjutan. Asesmen lapangan merupakan tahap strategis dalam proses akreditasi karena menjadi ruang verifikasi langsung antara dokumen yang diajukan program studi dan kondisi nyata di lapangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, perkenalan, serta penandatanganan pernyataan asesmen lapangan. Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan Polimdo, pimpinan jurusan, Ketua Program Studi Sarjana Terapan Teknik Informatika, serta dosen di lingkungan Jurusan Teknik Elektro.
Tim asesor yang hadir terdiri dari Dr. Ir. Raden Venantius Hari Ginardi, M.Sc. dan Nur Fauzi Soelaiman, ST., M.Kom. Dalam proses asesmen, keduanya meninjau langsung berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, mulai dari ruang kelas, ruang dosen, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana dan prasarana lain yang menunjang kegiatan akademik.

Selain meninjau fasilitas, asesmen juga mencakup pembahasan terhadap kriteria akreditasi yang penting secara kelembagaan, terutama Kriteria 1 tentang Budaya Mutu dan Kriteria 5 tentang Akuntabilitas. Tim asesor turut mengevaluasi Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) sebagai bagian dari penilaian menyeluruh terhadap tata kelola, pelaksanaan pembelajaran, dan kualitas pengelolaan program studi.
Proses verifikasi tidak berhenti pada dokumen dan sarana fisik. Tim asesor juga melakukan wawancara dengan dosen dan tenaga kependidikan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di lingkungan Program Studi Sarjana Terapan Teknik Informatika. Langkah ini penting karena asesmen lapangan tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga menilai sejauh mana sistem akademik benar-benar berjalan dalam praktik.
Dalam konteks pendidikan tinggi, tahapan seperti ini memiliki arti penting karena menyentuh aspek mendasar yang menentukan kualitas program studi. Budaya mutu, akuntabilitas, kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, hingga pelaksanaan tridarma menjadi elemen yang membentuk kekuatan institusi dalam menyelenggarakan pendidikan yang kredibel dan berkelanjutan.
Direktur Polimdo menegaskan bahwa asesmen ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kualitas institusi dan program studi secara berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa proses akreditasi dipandang bukan semata sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan mutu yang terus dilakukan.
Bagi Program Studi Sarjana Terapan Teknik Informatika, asesmen lapangan ini memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas pembelajaran dan daya saing lulusan. Di tengah perkembangan bidang informatika yang sangat cepat, program studi dituntut tidak hanya memiliki dokumen yang baik, tetapi juga kesiapan sistem, fasilitas, dan pelaksanaan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan demikian, asesmen lapangan LAM INFOKOM di Polimdo dapat dibaca sebagai bagian dari proses penting untuk memperkuat budaya mutu dan akuntabilitas program studi. Hasil akhirnya memang masih menunggu keputusan lembaga akreditasi, tetapi tahapan ini sudah menunjukkan keseriusan Polimdo dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi dan menyiapkan lulusan informatika yang lebih kompetitif.
(ivn)
