PALU, Radarmanadoonline.com-Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi tuan rumah pelaksanaan perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus Nasional ke-5 Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI). Paskah Kebangkitan Yesus Kristus Nasional ke-5 ini, berlangsung pada 24-26 April 2026 di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulteng.

Panitia memperkirakan sekitar 20 ribu jemaat dari berbagai daerah akan hadir pada puncak perayaan Paskah Nasional ini. Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2026, Letnan Kolonel (Letkol) Dr. Alberth D. Sarimin, mengatakan penunjukan Sulteng menjadi tuan rumah adalah kepercayaan besar bagi daerah. Menurutnya, Paskah Nasional 2026 merupakan pelaksanaan kelima, setelah sebelumnya digelar di Talaud, Manokwari, Palangkaraya, dan Medan. “Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi penegasan panggilan gereja untuk menghadirkan keadilan dan perdamaian di tengah masyarakat,” ujar Alberth. Perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus Nasional tahun ini mengusung tema “Bangkit Bersama Kristus, Memulihkan Bangsa dengan Kasih dan Pengharapan”. Sejumlah aras Gereja nasional ikut terlibat di Paskah Kebangkitan Yesus Kristus Nasional ini. Yaitu Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), hingga Gereja-Gereja lainnya.

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, selaku Ketua Pelaksana Harian menyebut persiapan sudah dilakukan sejak akhir 2025 lalu. Dukungan, kata dia, datang dari pemerintah provinsi Sulteng, hingga pemerintah kabupaten/kota. Rangkaian kegiatan tidak hanya ibadah. Panitia juga menyiapkan bakti sosial seperti operasi katarak gratis, pelayanan kesehatan, serta sejumlah seminar pra-acara. Selama tiga hari pelaksanaan, akan digelar Paskah Sekolah Minggu, Paskah Remaja dan Pemuda, serta puncak Paskah Oikumene yang dijadwalkan berlangsung di Mako Brimob, Kabupaten Sigi, pada 26 April 2026 nanti. Dengan estimasi puluhan ribu jemaat hadir, perayaan ini diperkirakan memberi dampak langsung bagi pergerakan ekonomi lokal, terutama sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM. Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng Reny A Lamadjido, mengatakan Provinsi Sulteng siap menjadi tuan rumah pelaksanaan perayaan Paskah Nasional ke-5 yang akan digelar pada 24-26 April 2026 di Desa Loru, Kabupaten Sigi. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat mendukung kegiatan berskala nasional. Paskah Nasional ke-5 adalah kebanggaan bagi Sulawesi Tengah. Ini menjadi simbol bahwa toleransi beragama di daerah (Sulteng, red) ini terjaga dengan baik dan terus berkembang,” kata Reny dalam keterangannya di Palu. 
Menurut Wagub Reny A Lamadjido, kesiapan tersebut dibahas dalam audiensi bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dan panitia Paskah Nasional ke-5 di Palu. Dia menegaskan, bahwa kepercayaan menjadikan Sulteng sebagai tuan rumah suatu kehormatan sekaligus bukti nyata kuatnya nilai toleransi antar-umat beragama di daerah ini. Dia juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat dengan meminta arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan berdampak luas. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga kesempatan baik untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam bingkai keberagaman. Dengan bakal hadirnya sekitar 20 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia di Paskah Nasional ke-5 ini, sehingga menjadi salah satu perhelatan keagamaan berskala besar tahun ini di daerah tersebut. Wagub Reny A Lamadjido terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan panitia guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal. Dia berharap, melalui kolaborasi lintas sektor dan semangat persatuan, pelaksanaan Paskah Nasional ke-5 di Sulteng tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat harmoni, toleransi, dan persaudaraan dalam bingkai kebinekaan Indonesia. Terpisah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi sekaligus optimisme terhadap kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif. “Saya sangat berbahagia, karena tahun ini indeks kerukunan umat beragama mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini adalah capaian luar biasa yang harus kita jaga bersama,” kata Nasaruddin. Menag menyatakan kesiapan untuk hadir serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Insyaallah saya akan berpartisipasi dalam Paskah Nasional ke-5. Saya berharap kegiatan (Paskah Nasional ke-5, red) ini juga mengundang perwakilan dari agama-agama lain, sehingga semangat persatuan dan kebersamaan semakin kuat,” ujarnya.(ars/rds/axm)


