JAKARTA, Radarmanadoonline.com-Bangsa Indonesia memperingati dan merayakan Hari Raden Ajeng (RA) Kartini atau Hari Kartini, 21 April 2026. Peringatan hari tokoh emansipasi wanita Indonesia itu dimaknai oleh berbagai elemen masyarakat di Tanah Air.

“Pada saat ini saya melihat perempuan Indonesia luarbiasa ya. Dalam perkembangannya, bisa menjadi presiden, menteri, gubernur, wali kota, bupati yakni memegang posisi penting sebagai pemimpin wanita yang keberadaannya diakui setara dengan kepemimpinan pria,” kata Ps. Ira Waani, ST,. MT, kepada radarmanadoonline.com, Selasa (21/4/2026) malam, ketika dimintai tanggapannya. Meski begitu, istri Audy RH Manangka, S.Kom, dan ibu dari Izaack Nathan ini merasa prihatin dengan masih terjadinya tindak kekerasan terhadap kaum perempuan.

“Iya, sedihnya kekerasan pada wanita masih saja terjadi. Sebagai hamba Tuhan, saya banyak melayani rumah tangga istri-istri yang mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Begitu pula dengan para wanita muda yang single tapi dilecehkan oleh kaum pria,” ujarnya. Di momen Hari Kartini ini, Terjun Payung 1991 dan Wakil 1 Nona Manado 1994, menyampaikan pesannya.

“Pesan saya bagi para kaum perempuan termasuk remaja putri, teladan ibu kita Kartini sudah diberikan bagi kita, “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Jadi kiranya, kita harus sadar posisi kita yang berharga, yang potensial, yang sederajat dengan kaum pria. Memang, wanita Indonesia dalam etika budaya Indonesia, dan dalam hal ini berdasarkan Alkitab karena saya hamba Tuhan ya, jadi saya juga mengutip dari Firman Tuhan yang tercatat di dalam Kolose 3:18 “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan”. Jadi, sudah seyogyanya kita harus menghormati, menghargai suami kita tapi bukan berarti kita bisa di “injak injak” oleh kaum pria. Artinya, kita juga sebagai wanita harus senantiasa introspeksi diri supaya jangan membuka peluang bagi kaum pria, sehingga dapat mempermainkan kita. Contoh untuk remaja putri, perhatikanlah cara berpakaian yang sopan, sehingga tidak mengundang niat jahat dari kaum adam. Contohnya kasus perkosaan terjadi karena si wanita memakai baju yang terlalu seksi atau hamil diluar nikah karena si remaja putri bersikap “genit” dan tidak menjaga kekudusan di dalam bergaul,” pesannya.

Dikatakan Wakil II Noni Kampus 1994 dan Putri Cempaka 1994, dalam dunia pendidikan, menjadi remaja putri yang berprestasi dan tetap kuat pondasinya dalam Tuhan. “Artinya, kehidupan beragama yang sungguh-sungguh itu sangat penting. Jadi, ketika dalam dunia pekerjaan kita diberikan jabatan dan posisi, lakukanlah dengan penuh tanggung jawab dan takut akan Tuhan. Jauhkanlah dari perselingkuhan di lingkungan kantor, korupsi atau menyelewengkan jabatan,” sambungnya.

Sebagai hamba Tuhan, Ps. Ira fokus dalam pelayanan doa, konseling dan pelayanan mimbar khotbah di Jabodetabek ( Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). “Tuhan juga bawa melayani di seluruh wilayah tanah air Indonesia, termasuk melayani di pedalaman Papua. Dan janji Tuhan dalam Psalm 2:7-8 “Ask Me, and I will make the nations your inheritance, the ends of the earth your possession” juga di genapi dalam hidup saya yang biasa saja, bisa menjadi berdampak bagi banyak orang,” ujarnya. Menurutnya, selain di beberapa daerah di Indonesia, dia juga melakukan pelayanan di Singapore, Malaysia, Hongkong, Australia, Inggris, Eropa, dan Amerika. “Tuhan utus melayani ke bangsa-bangsa, sesuai dengan perintahNYA dalam Matius 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Karena inilah waktunya untuk melangkah lebih jauh. Ini waktunya ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan bagi penuaian jiwa-jiwa. Oleh anugerah Tuhan sebagai suatu momentum mengalami diangkat, diperlengkapi, dan diurapi untuk menjangkau bangsa-bangsa Step into HIS calling. Catch The Vision. Reach The Nations,” jelasnya. Ps. Ira menambahkan, saat ini dia fokus pelayanan di Amerika Serikat. “Karena anak saya sedang sekolah di (Amerika Serikat, red) sana. Dan baru-baru ini sedang dikerjakan adalah memulai pelayanan rumah singgah di Kemang Pratama, Bekasi. Tujuan rumah singgah ini adalah menjalankan visi Tuhan untuk menolong orang-orang yang butuh dilayani secara intens, mental yang rusak atau mengalami trauma masa lalu termasuk pemulihan sakit penyakit. Karena banyak yang memerlukan pelayanan inner healing, pelepasan dari ikatan kutuk dan kuasa kegelapan. Dengan memenuhi juga kebutuhan mereka yakni tempat tinggal, makan minum serta kehidupan yang layak yang dibutuhkan. Tanpa pungutan biaya, Tuhan mencukupi pelayanan rumah singgah ini dengan caraNYA yang ajaib,” pungkasnya.(axm)

