MINUT,Radarmanadoonline.com_Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Minahasa Utara, Gerrit Luntungan, menyampaikan apresiasi, kebanggaan, sekaligus penghormatan mendalam atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda yang berhasil meraih hibah global Youth Climate Action Fund (YCAF) 2026 dari Bloomberg Philanthropies.
Menurutnya, capaian ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan bukti nyata bahwa tata kelola pemerintahan di Minahasa Utara telah berada pada level integritas yang kuat, modern, dan selaras dengan agenda keberlanjutan dunia.
Gerrit menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan pemerintahan yang tidak hanya bekerja secara efektif, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab moral terhadap masa depan lingkungan.
“Ini bukan prestasi biasa. Ini adalah bukti bahwa kebijakan daerah mampu berdiri di atas prinsip etika, keberanian, dan tanggung jawab terhadap masa depan lingkungan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penghargaan ini memperlihatkan keterhubungan antara moralitas pemerintahan dan arah pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada generasi mendatang.
Lebih lanjut, Gerrit Luntungan menilai hibah senilai USD 50.000 ini harus dimaknai sebagai pengungkit transformasi besar dalam pembangunan lingkungan di Minahasa Utara.
Pertama, ia menekankan pentingnya transformasi kebijakan lingkungan berbasis aksi nyata yang mampu mengubah pendekatan pembangunan dari wacana menjadi implementasi di tingkat komunitas. Kedua, ia menyoroti penguatan ketahanan ekologis daerah, mengingat Minahasa Utara memiliki potensi alam yang harus dijaga melalui kebijakan adaptif terhadap perubahan iklim dan inovasi lokal.
Ketiga, ia menegaskan integrasi nilai keberlanjutan dalam tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi jangka panjang sesuai prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Ia juga menyebut bahwa Minahasa Utara menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang menerima penghargaan ini bersama DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Minahasa Utara telah memasuki arena kompetisi global dalam isu perubahan iklim. “Ini bukan sekadar pencapaian daerah. Ini adalah pernyataan bahwa Minahasa Utara ikut bertarung dalam agenda global penyelamatan lingkungan,” tegasnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD, Gerrit menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program agar tetap berada dalam koridor etika publik. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap akuntabilitas penggunaan dana hibah, dorongan terhadap transparansi pelaksanaan program, serta pengawalan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
Menutup pernyataannya, Gerrit Luntungan menyampaikan keyakinannya bahwa keberhasilan ini akan menjadi titik awal transformasi besar Minahasa Utara di bidang lingkungan. “Dengan kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang berintegritas, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Minahasa Utara berpotensi menjadi model daerah yang mampu menyatukan pembangunan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa arah pembangunan Minahasa Utara kini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan, keseimbangan ekologi, dan tanggung jawab antar generasi. (*/Rommy)


