MINUT,Radarmanadoonline.com_Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur dalam Penanganan Keadaan Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Pelatihan yang berlangsung mulai 11–13 Mei 2026 di Ruang Pusdalops BPBD Minut dibuka Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly Wowiling, yang sekaligus menyampaikan materi. Kegiatan ini diikuti 50 peserta terdiri dari ASN dan PPPK BPBD Minut, Satpol PP, Damkar, Dinas Sosial/Tagana, staf kecamatan, pewarta, serta relawan.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman standar operasional penanganan darurat, kemampuan asesmen cepat dan evakuasi, identifikasi wilayah rawan kebakaran dan kekeringan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Dalam materinya, Wowiling menegaskan pentingnya transformasi manajemen bencana yang terintegrasi di tengah meningkatnya ancaman akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Menurutnya, kondisi geografis Minahasa Utara yang mencakup wilayah pesisir, perbukitan, dan daerah aliran sungai membuat daerah tersebut rawan bencana, termasuk ancaman karhutla di Kecamatan Likupang Timur dan Pulau Bangka.
“Transformasi manajemen bencana yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan pembangunan daerah,” ujar Wowiling.
Ia juga mendorong penguatan program Desa Tangguh Bencana, mitigasi berbasis vegetasi melalui penghijauan di kawasan Gunung Klabat, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media dan relawan.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai bekal dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
“Bencana merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti, terutama dalam upaya memperkuat desa tangguh bencana, sehingga kita semakin siap menghadapi berbagai ancaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Minahasa Utara Theodore Lumingkewas mengatakan ancaman karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, terutama dalam penyampaian informasi awal guna mencegah meluasnya bencana.
“Informasi awal sangat menentukan kecepatan penanganan. Karena itu, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” katanya didampingi Sekertaris BPBD Gerald Dotulon.
Kepala Bidang Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Minut, Robby Sepang, menambahkan pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Penanggulangan Bencana Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data BPBD dan BMKG, musim kemarau di Sulawesi Utara berpotensi menyebabkan penurunan cadangan air dan pengeringan vegetasi hutan yang dapat memicu kebakaran akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.



