MANADO, RADARMANADOONLINE.COM — Program magang luar negeri, khususnya ke Jepang, menjadi peluang emas sekaligus tantangan besar bagi mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Otoritas kampus menegaskan bahwa kesuksesan dalam program internasional ini tidak hanya bertumpu pada kecerdasan akademik, melainkan pada ketahanan mental dan kemauan kuat untuk beradaptasi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet P.T. Makinggung, SE., M.Si., saat berbagi evaluasi dan pengalaman pendampingan mahasiswa Polimdo yang mengikuti program magang di luar negeri.
Menurut Juliet, kompetensi bahasa dan pemahaman budaya adalah modal wajib yang harus disiapkan sejak dini.
“Ketika mahasiswa memiliki kemauan, tentu ada latihan tambahan yang harus dijalani. Itu menjadi bagian krusial yang kami persiapkan secara matang sebelum mereka diberangkatkan,” ujar Juliet kepada media, Selasa (19/5/2026).
Sesuai Regulasi Permen 63 dan Durasi Magang
Juliet menjelaskan bahwa implementasi program magang internasional di Polimdo berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku, yakni mengacu pada Permen 63. Regulasi ini memberikan ruang legal bagi mahasiswa untuk mengambil program magang di luar program studi, dengan catatan kompetensi utama mereka telah terpenuhi.
Mahasiswa yang lolos seleksi ketat akan menjalani masa magang selama satu tahun penuh di Negeri Sakura. Selama periode tersebut, mereka dituntut untuk langsung terjun dan menyatu dengan etos kerja serta budaya baru yang disiplin.
Tantangan Mental Mahasiswa di Tahun Pertama
Sebagai inkubator program, Juliet tidak menampik adanya gegar budaya (culture shock) yang dialami mahasiswa, terutama saat program ini pertama kali dirilis pada tahun 2019 silam. Jauh dari keluarga menjadi ujian terberat bagi para peserta.
“Pada awal pelaksanaan di tahun 2019, tekanan mental menjadi kendala utama. Banyak mahasiswa yang menelepon saya setiap malam, menangis dan meminta pulang. Namun, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan akademis, kami terus memberikan motivasi dan penguatan agar mereka mampu bertahan,” kenang Juliet.
Jebolan Polimdo Tembus Pasar Kerja Eropa dan Dubai
Konsistensi pendampingan tersebut kini membuahkan hasil manis. Program magang ini terbukti menjadi jembatan karier global bagi alumni Polimdo. Tidak hanya di Jepang, sejumlah alumni kini sukses menembus pasar kerja profesional di berbagai belahan dunia.
-
Filipina (Sektor industri dan pelayanan)
-
Dubai (Sektor pariwisata dan bisnis)
-
Eropa (Sektor korporasi internasional)
Menutup keterangannya, Juliet menegaskan bahwa Polimdo berkomitmen penuh untuk terus membuka dan memperluas jejaring internasional demi masa depan mahasiswa.
“Kesempatan selalu terbuka lebar di Polimdo. Kuncinya hanya dua: ada kemauan keras dan konsisten melatih kemampuan bahasa asing dengan baik,” pungkasnya.
(ivn)

