25.4 C
Manado
Selasa, Mei 19, 2026
spot_img
Beranda Sulut Minut Hari Kedua Pelatihan, BPBD Minut Perkuat Kesiapsiagaan Aparatur Hadapi Ancaman Karhutla 

Hari Kedua Pelatihan, BPBD Minut Perkuat Kesiapsiagaan Aparatur Hadapi Ancaman Karhutla 

MINUT,Radarmanadoonline.com_Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Utara menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penanganan Keadaan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pusdalops BPBD Minut sejak 11–13 Mei 2026 dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara Novly Wowiling, bertujuan memperkuat kesiapsiagaan aparatur pemerintah daerah menghadapi potensi bencana karhutla pada musim kemarau 2026.

Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Selasa (12/05/26), peserta menerima materi dari sejumlah narasumber lintas instansi terkait kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Utara.

Materi pertama disampaikan Andhi Ahmad Setiawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dengan topik “Memahami Musim Kemarau Tahun 2026 di Sulawesi Utara”.Dalam paparannya, ia menjelaskan potensi cuaca ekstrem, pola musim kemarau, serta dampak perubahan iklim yang dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Selanjutnya, Kepala Unit Turjawali Satlantas Polres Minut, Ronny Raturandang, memaparkan materi terkait penanganan arus lalu lintas dalam situasi kebencanaan.Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengaturan mobilisasi kendaraan darurat, jalur evakuasi, hingga distribusi logistik saat kondisi kedaruratan.

Sementara itu, perwakilan Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, Steven Evert Korengkeng, menjelaskan kesiapan dan langkah antisipasi menghadapi karhutla. Menurutnya, deteksi dini, patroli kawasan rawan, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Pada sesi berikutnya, Sekretaris BPBD Minut, Gerald C. Dotulong, memaparkan fungsi dan peran Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Ia menyampaikan Pusdalops memiliki peran strategis sebagai pusat koordinasi utama dalam menerima informasi, pengolahan data kebencanaan, hingga pengambilan keputusan cepat saat keadaan darurat.

Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Minahasa Utara berharap kapasitas dan respons cepat aparatur daerah dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau 2026 dapat semakin optimal, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam penanganan bencana. (Rommy)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini