MANADO, RADARMANADOONLINE.COM — Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Kementerian Pekerjaan Umum, Ir. Kimron Manik, M.Sc., menekankan peran vital sektor konstruksi sebagai motor penggerak utama ekonomi nasional. Sektor ini dinilai menjadi kunci dalam mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Kimron Manik saat membuka secara resmi kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi TKK di Manado, Senin (18/5/2026).
Kontribusi Konstruksi terhadap Ekonomi Nasional
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sektor konstruksi mencatatkan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni sebesar 10,43% pada triwulan IV tahun 2024. Sektor ini juga menunjukkan pertumbuhan year-on-year yang impresif di angka 5,81%, menjadikannya kontributor ekonomi terbesar keempat di Indonesia.
“Jika pembangunan infrastruktur melambat, dampak ekonominya langsung terasa. Di tingkat daerah, efisiensi proyek konstruksi sangat menentukan denyut ekonomi setempat. Ini adalah tantangan nyata yang harus kita jawab melalui penguatan SDM,” ujar Kimron di hadapan para peserta pelatihan.
Sinergi untuk Visi Indonesia Emas 2045
Kimron menambahkan bahwa upaya peningkatan kompetensi SDM konstruksi ini sejalan dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2025-2029, yakni “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Program ini juga merupakan bagian dari prioritas “Asta Cipta” Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan infrastruktur sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Polimdo sebagai Lokomotif SDM Lokal
Dalam rangka mewujudkan infrastruktur yang efisien dan berkualitas, Kementerian Pekerjaan Umum menjalin kerja sama strategis dengan Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Fokus utamanya adalah melatih dan mencetak instruktur bersertifikat di Sulawesi Utara.
“Kami berkomitmen membangun infrastruktur yang lebih baik. Melalui kolaborasi dengan Polimdo, kita menciptakan instruktur lokal yang kompeten. Dengan adanya tenaga ahli di daerah, standar kualitas konstruksi di Sulawesi Utara akan lebih terjamin dan terjaga,” pungkas Kimron.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengembangan kompetensi bagi perguruan tinggi vokasi lainnya, guna memastikan setiap proyek pembangunan di daerah dikerjakan oleh tenaga kerja yang tersertifikasi dan memiliki standar kualitas nasional.
(ivn)



