MANADO, Radarmanadoonline.com-Seusai pelaksanaan ibadah pisah-sambut di GMIM Eklesia Silian Raya, Wilayah Tombatu Barat, Minggu (31/5/2026), Pdt Kristian Indra Kandori, S.Th, dan Pdt Sticylia Kurnia Wauran, S.Th, resmi melayani di jemaat GMIM Eben Haezer Kombos, Wilayah Manado, Wawonasa, Kombos (Mawakom).


Pdt Kristian Indra Kandori, S.Th, dan Pdt Sticylia Kurnia Wauran, S.Th, tiba di jemaat GMIM Eben Haezer Kombos, Senin (1/6/2026). Sebelum menempati pastoti 1, pasangan suami-istri hamba Tuhan itu bersama keluarga, sejumlah anggota jemaat GMIM Eklesia Silian Raya, serta Pelayan khusus (Pelsus) dan jemaat GMIM Eben Haezer Kombos mengikuti ibadah, yang berlangsung di lantai 1 Gereja GMIM Eben Haezer. Ibadah dipimpin Guru Agama, Onitje Kawahe-Umboh dengan pembacaan Alkitab di Kitab Ulangan 28:6, dengan judul Berkat. Kedatangan Pdt Kristian Indra Kandori, S.Th, dan Pdt Sticylia Kurnia Wauran, S.Th, bersama keluarga di jemaat 19 kolom ini disambut antusias jemaat, Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ), dan Pelsus. Hanya dalam hitungan jam setelah tiba di jemaar GMIM Eben Haezer Kombos, Pdt Indra dan Pdt Sticylia langsung melaksanakan pelayanan perdana. Pdt Indra pelayanan doa untuk dua anggota yang sakit, dan Pdt Sticylia sebagai khadim di ibadah Penelaan Alkitab Sosial (PAS), di Gereja GMIM Eben Haezer Kombos, Senin (1/6/2026) malam. Saat diwawancarai Media ini, Pdt Indra menuturkan, bersyukur mendapat tugas pelayanan dari Sinode GMIM di Eben Haezer Kombos sebagai pendeta jemaat. “Tentu, hari ini bersyukur karena bisa memasuki pastori 1 di jemaat GMIM Eben Haezer. Dan, antusias jemaat menerima kami dalam proses memasuki pastori 1 ini saya lihat sungguh luar biasa. Dan sebagai pendeta, tentu ke depan ada tanggungjawab dalam kerja pelayanan sebagai pendeta, dan kami akan melaksanakan tugas tanggungjawab itu dalam pelayanan di Gereja GMIM Eben Haezer Kombos. Sehingga, pesan saya sebagai pendeta ketika kami melaksanakan tugas, kami berharap jemaat GMIM Eben Haezer Kombos menopang pelayanan kami. Karena memang, sebagai Gereja secara khusus Gereja Masehi Injili di Minahasa, sistem Gereja kita presbiterial sinodal berjalan bersama dalam pelayanan. Nah, presbiterial sinodal itulah bagaimana pelayanan itu berhasil kalau semua elemen yang disebut presbiter itu berjalan bersama,” kata Pdt Indra kepada radarmanadoonline.com. Mantan Pendeta jemaat GMIM Betlehem Koka ini berharap, ke depan para pelayan khusus akan menopang pelayanan pendeta. Sehingga, menjadi satu pertumbuhan rohani bagi jemaat ke depan, dan jemaat GMIM Eben Haezer Kombos akan semakin diberkati Tuhan, bertumbuh dalam Tuhan menuju kepada pertumbuhan rohani dewasa iman dalam Tuhan. “Dan, dalam pelayanan ke depan, saya meminta doa kepada pembaca radarmanadoonline.com menolong, dan memberkati saya sebagai pendeta GMIM,” sambungnya. Mantan pendeta jemaat di GMIM Eklesia Silian Raya, Wilayah Tombatu Barat ini mengatakan, di tengah medan pelayanan GMIM yang sekarang ini, ada dinamika pelayanan.

“Ada pro-kontra dalam pelayanan. Ada situasi-situasi tertentu dalam pelayanan, itu bukan hanya di Eben Haezer Kombos, tapi di berbagai tempat tentunya ada seperti itu. Dan, sebagaimana kita Gereja GMIM, harus bersama-sama menyelesaikan setiap persoalan, masalah. Sehingga, ke depan boleh berjalan dengam baik dan semua boleh ada dalam keadaan aman dan terkendali. Sehingga harapan ke depan, semua jemaat bahkan pelayanan khusus boleh ada dalam pelayanan yang rendah hati. Kerendahan hati melihat dituasi dan kondisi, kerendahan hati untuk mau bersama-sama duduk bersama, untuk bersama-sama kita berpikir untuk program Gereja ke depan. Tentu, akan menolong memberkati Gereja ini semakin diberkati Tuhan,” ujarnya. Sebagai pendeta jemaat, Pdt Indra juga berharap topangan dari semua elemen, baik jemaat maupun Pelsus. Disentil soal pemilihan Pelsus pada Oktober nanti, Pdt Indra mengungkapkan, di mana-mana dalam pemilihan Pelsus ada situasi-situasi terjadi. “Dan itu dinamika. Itu situasi-situasi lima tahun dalam agenda pemilihan. Ada pro-kontra, ada situasi-situasi tertentu. Bagi saya sebagai pendeta GMIM, kita ikut aturan dari sinode GMIM tentang pemilihan. Saya berpikir Juklak itu sudah diedarkan, sudah dibagikan, bahkan saya sudah baca sebagian. Itu aturan yang sudah digumuli oleh Gereja bahkan sudah diedarkan, berarti sudah sah untuk dilakukan dalam kerangka berorganisasi khususnya dalam pemilihan Pelsus. Jadi, kalau ada riak-riak, itu hal biasa dalam agenda pemilihan Pelsus,” jelasnya. Turut hadir dalam penyambutan dan ibadah ini Wakil Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Pnt Josep Dalawa, Sekretaris BPMJ GMIM Eben Haezer Kombos Pnt Charlina Masambe, Bendahara Diaken Niken Rorong, Pnt Adrianus Pertuack, Pnt Oksan Baramis, Pnt Yeni Lopes, Dkn Elias Janis, Risal Batena, dan Amelda Matheos.(axm)
