MANADO, Radarmanadoonline.com – Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Sulawesi Utara dengan memperkuat tiga pilar utama keamanan.
Hal tersebut ditegaskan Kapolda Sulut kepada wartawan, Rabu (3/6/2025) siang.
Dalam keterangannya, Kapolda juga memerintahkan jajaran kepolisian untuk memburu pelaku begal yang masih berkeliaran di wilayah Sulawesi Utara.
Menurut Kapolda, predikat daerah yang aman tidak hanya diukur dari rendahnya angka kriminalitas. Keamanan harus dibangun melalui sistem yang mampu melindungi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
Irjen Pol Roycke Harry Langie menjelaskan bahwa keamanan daerah bertumpu pada tiga kategori utama yang saling mendukung, yaitu keamanan personal, keamanan infrastruktur, dan keamanan digital.
Pada aspek personal security atau keamanan personal, negara harus mampu menjamin masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.
“Bagaimana masyarakat melakukan aktivitas kegiatan, apakah ke kantor, sekolah, kampus, mall, tempat hiburan, tempat pariwisata, hingga rumah ibadah seperti gereja dan masjid, itu dipastikan aman,” ujar Kapolda.
Selain itu, keamanan juga harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Kapolda mencontohkan pentingnya fasilitas penerangan jalan untuk mengurangi potensi tindak kejahatan.
“Seperti lampu jalan, supaya enggak gelap. Karena kalau gelap kan orang-orang biasanya ada takut,” jelasnya.
Kapolda juga menyoroti pentingnya keamanan digital di era modern. Menurutnya, konflik yang bermula dari media sosial dapat berkembang menjadi persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Digital security ini yang paling bahaya. Karena jari enggak bisa tahan, orang saling serang/hujat, akhirnya menjadi konflik di dunia nyata,” ungkapnya.
Menanggapi gangguan kamtibmas yang terjadi belakangan ini, Kapolda Sulut memastikan seluruh kasus kriminalitas mendapat perhatian serius dari kepolisian.
Ia menegaskan bahwa personel di lapangan terus bekerja melakukan penyelidikan dan penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan.
“Kalau ada pelaku yang belum tertangkap, saya sudah perintahkan untuk segera melakukan penangkapan sesuai dengan mekanisme hukum atau undang-undang yang berlaku,” cetus Kapolda dengan tegas.
Kapolda menyatakan Polda Sulut juga akan memperkuat operasi kewilayahan untuk memberantas aksi begal dan premanisme yang meresahkan masyarakat.
Dalam upaya pencegahan kejahatan, Kapolda meminta masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan sekitar.
Ia menyoroti adanya kebiasaan berkumpul atau berkerumun di sejumlah titik yang berpotensi memicu tindakan kriminal. Karena itu, masyarakat diminta segera melapor kepada Polsek atau Pos Polisi terdekat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Langkah tersebut dinilai penting agar personel kepolisian dapat segera mendatangi lokasi dan melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi gangguan keamanan.
Kapolda juga menginstruksikan seluruh Kapolres, Kapolsek, hingga Bhabinkamtibmas untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, pendekatan humanis dan komunikasi yang baik menjadi kunci untuk mencegah munculnya berbagai persoalan sosial, khususnya yang melibatkan generasi muda.
“Saya sampaikan sama jajaran untuk selalu turun ke bawah, untuk memberikan imbauan kepada anak-anak muda. Saya yakin oknum-oknum itu kalau kita selalu memberikan arahan, pasti akan mereka dengar,” tuturnya optimis.
Di akhir keterangannya, Irjen Pol Roycke Harry Langie mengajak insan pers dan media massa di Sulawesi Utara untuk terus menjadi mitra dalam menjaga situasi yang kondusif.
Kapolda menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, menenangkan, dan tidak memicu konflik di tengah masyarakat.
Ia berharap sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan media dapat memperkuat persatuan serta menciptakan kondisi yang aman, damai, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. (juf)

