26.1 C
Manado
Sabtu, Juni 13, 2026
spot_img
Beranda Pendidikan Dorong Sinergi Vokasi dan Industri Berbasis Pentahelix, Polimdo Gelar Seminar Nasional PTUV...

Dorong Sinergi Vokasi dan Industri Berbasis Pentahelix, Polimdo Gelar Seminar Nasional PTUV ke-6

blank

MANADO, RADARMANADOONLINE.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi atau PTUV ke-6 pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan akademik ini dipusatkan di Auditorium Prof. Rudy Tenda, Politeknik Negeri Manado.

Agenda tahun ini mengangkat tema “Sinergi Pentahelix: Penguatan Kemitraan Vokasi dan Industri dalam Mewujudkan Ekosistem Hijau yang Berkelanjutan.” Seminar tersebut menjadi ruang akademik untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi vokasi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pemerintah, masyarakat, serta media.

Seminar nasional ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Prof. Dr. Ir. Hotniar Siringoringo, M.Sc., IPU dari Universitas Gunadarma, serta Ardiansyah Akbar, S.Sn., MM selaku Strategic Brand & Narrative Architect.

Pentingnya Kolaborasi Pentahelix dan Strategi Hilirisasi Riset

Dalam pemaparan materinya, Prof. Hotniar menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian. Kolaborasi tersebut melibatkan perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi, pemerintah sebagai regulator dan penyandang dana, DUDI sebagai eksekutor inovasi di pasar, masyarakat sebagai penerima manfaat, serta media sebagai penyebar informasi dan pembentuk opini publik.

Baca Juga:  Polimdo Gelar Seminar Nasional PTUV ke-5, Perkuat Inovasi Vokasi di Sulut

Materi seminar juga menyoroti bahwa hilirisasi penelitian bertujuan mengubah hasil riset dan inovasi menjadi produk atau solusi nyata yang dapat dimanfaatkan industri, masyarakat, dan pasar.

Prof. Hotniar juga menguraikan pentingnya pengukuran kesiapan hilirisasi melalui Technology Readiness Level (TRL) atau Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT), Innovation Readiness Level, dan Market Readiness Level. Berdasarkan materi yang dipaparkan, strategi peningkatan TKT dapat dilakukan melalui fokus pada satu topik penelitian, penetapan target produk akhir, pembangunan tim multidisiplin, penyusunan peta jalan penelitian dari TKT 1 sampai TKT 9, serta kolaborasi dengan mitra hilirisasi sejak tahap penelitian dasar.

Kehadiran Prof. Hotniar sebagai pembicara utama memperkuat bobot akademik seminar ini. Berdasarkan rekam jejaknya, Prof. Hotniar merupakan dosen Universitas Gunadarma sejak 1991, pernah menjabat Direktur Riset Lembaga Penelitian Universitas Gunadarma, serta sejak 2020 menjadi Koordinator Riset pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gunadarma. Ia juga tercatat sebagai reviewer proposal penelitian nasional dan asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Baca Juga:  Josua Sondakh (DEM Sulut): “Polimdo Itu Menarik, Anak Muda Harus Jadi Agen Transisi Energi!”

Penguatan Narasi Strategis dan Komitmen Pendidikan Vokasi

Sementara itu, pembicara kedua yakni Ardiansyah Akbar hadir dengan memberikan perspektif mengenai penguatan narasi, brand, dan komunikasi strategis. Ardiansyah dikenal sebagai Strategic Brand & Narrative Architect yang bekerja lintas sektor bersama institusi, korporasi, dan knowledge-based business untuk membangun positioning, sistem brand, serta narasi strategis yang menyatukan visi, strategi, dan komunikasi.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, Polimdo menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai bagian penting dari ekosistem riset terapan, inovasi, dan kemitraan industri. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong dosen, mahasiswa, peneliti, dan mitra industri agar tidak berhenti pada produksi karya akademik, tetapi bergerak menuju pemanfaatan hasil penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.

Baca Juga:  Upacara Hari Guru Nasional 2025 di Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Guru Terus Berinovasi

Selain membahas konsep hilirisasi, seminar ini juga menekankan pentingnya langkah konkret bagi perguruan tinggi vokasi. Pemimpin vokasi didorong untuk mengurasi agenda riset, membangun konsorsium ABCGM, memanfaatkan skema pendanaan pemerintah dan industri, berinvestasi pada peningkatan kapasitas dosen, memperkuat dokumentasi dan diseminasi, serta membentuk tata kelola kemitraan riset yang berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya Seminar Nasional PTUV ke-6 ini, Politeknik Negeri Manado diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan produk terapan unggulan vokasi, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antara kampus, industri, pemerintah, masyarakat, dan media.

polimdo.ac.id

(ivn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini