32.1 C
Manado
Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda Internasional Berpidato di Kongres UCLG Maroko, Joune Ganda Kenalkan Toleransi Minahasa Utara: “Keberagaman...

Berpidato di Kongres UCLG Maroko, Joune Ganda Kenalkan Toleransi Minahasa Utara: “Keberagaman Bukan Tantangan, Melainkan Kekuatan”

blank

Di Kongres UCLG Maroko, Joune Ganda menegaskan keberagaman bukan tantangan, melainkan kekuatan. Perdamaian dibangun melalui komitmen, kolaborasi, dan kepercayaan.

TANGIER,MAROKO,Radarmanadoonline.com_Komitmen Kabupaten Minahasa Utara dalam membangun perdamaian dan toleransi mendapat panggung di tingkat dunia. Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, tampil sebagai pembicara pada UCLG Peace Prize di Tangier, Maroko, Kamis (25/6/2026),

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si memaparkan berbagai praktik baik yang diterapkan daerahnya saat tampil sebagai pembicara dalam UCLG Peace Prize pada rangkaian UCLG World Congress 2026.

Di hadapan para pemimpin daerah dan anggota United Cities and Local Governments (UCLG) dari berbagai negara, Joune Ganda mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada UCLG yang telah menghadirkan forum internasional sebagai ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat aksi pemerintah daerah dalam membangun perdamaian.blank

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena Minahasa Utara dipercaya menjadi salah satu finalis UCLG Peace Prize 2026, sekaligus mewakili Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik dalam ajang bergengsi tersebut.

Baca Juga:  Disetujui Kemendagri, Pemkab Minut Lakukan Pelantikan 34 Pejabat Administrasi dan Fungsional

“Merupakan kehormatan besar bagi Minahasa Utara untuk menjadi salah satu finalis UCLG Peace Prize. Kami bangga dapat mewakili bukan hanya Indonesia, tetapi juga kawasan Asia-Pasifik dalam inisiatif global yang mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kohesi sosial,” ujar Joune Ganda.

Ia menjelaskan bahwa Minahasa Utara merupakan daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, budaya, dan suku yang beragam. Namun, keberagaman itu justru dijadikan sebagai modal sosial yang memperkuat persatuan.

“Keberagaman bagi kami bukan tantangan, melainkan kekuatan. Namun, perdamaian tidak hadir dengan sendirinya. Perdamaian membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan investasi yang berkelanjutan dalam membangun kepercayaan,” kata Joune Ganda.

Ia memaparkan bahwa strategi membangun perdamaian di Minahasa Utara bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penguatan pendidikan dan moderasi beragama, dukungan pemerintah terhadap komunitas keagamaan, serta dialog yang terus dibangun bersama seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Kekuatan Perempuan dan Bias Gender

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan menjaga harmoni di tengah masyarakat adalah keterlibatan aktif para tokoh agama sebagai mitra strategis pemerintah.

“Mereka adalah figur yang dipercaya masyarakat dan memahami kondisi di tingkat akar rumput. Karena itu, mereka memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara damai,” jelasnya.

Ia menegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tidak berhenti pada penyusunan kebijakan semata, tetapi diwujudkan melalui investasi nyata dalam berbagai program yang memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Bagi Joune, perdamaian bukan hanya tujuan sosial, tetapi menjadi fondasi utama bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pengalaman Minahasa Utara, lanjutnya, menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, masyarakat, perempuan, dan generasi muda mampu menciptakan kerukunan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Perdamaian bukan semata-mata agenda pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Joune juga mengajak seluruh pemerintah daerah di dunia untuk terus membangun dialog, memperkuat rasa saling menghormati, dan memperluas kolaborasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks dan meningkatnya polarisasi sosial.

Baca Juga:  Gubernur Tegas ke Pengurus KONI : Harus Perhatikan Atlet dan Kesejahteraannya !

“Sebagai pemimpin daerah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa keberagaman menjadi sumber kekuatan, bukan sumber perpecahan,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Joune Ganda menyampaikan terima kasih kepada UCLG dan seluruh mitra internasional yang selama ini mendukung pemerintah daerah dalam memajukan perdamaian dan kohesi sosial.

Ia menegaskan, Minahasa Utara akan terus berkomitmen mempromosikan toleransi, melindungi keberagaman, memberdayakan masyarakat, serta membangun masa depan yang inklusif, di mana pembangunan dan perdamaian berjalan beriringan.

Kehadiran Bupati Joune Ganda di forum tersebut sekaligus menegaskan posisi Minahasa Utara sebagai salah satu daerah di Indonesia yang aktif membawa praktik-praktik baik pembangunan sosial ke panggung internasional, sekaligus memperkuat kontribusi pemerintah daerah Indonesia dalam agenda perdamaian dunia. (Rommy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini