NEW JERSEY, Radarmanadoonline.com-Penyanyi sekaligus penulis lagu, Justin Bieber, menjadi salah satu penampil spesial dalam gelaran halftime show (pertunjukan paruh waktu), di final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol kontra Argentina, di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat (AS), Senin (20/7/2026) dini hari Wita.

di MetLife Stadium, New Jersey, AS, Senin (20/7/2026) dini hari Wita.(foto/istimewa)
Penampilan tersebut menjadi bagian dari sejarah baru Piala Dunia. Sebab, untuk pertama kalinya, Fédération Internationale de Football Association (FIFA), menghadirkan konsep halftime show di partai final, dengan menghadirkan sederet musisi kelas dunia, dalam pertunjukan berdurasi sekitar 11 menit. Di tengah kemegahan panggung yang diisi aksi spektakuler para penampil lain, Justin Bieber justru memilih tampil dengan konsep yang lebih sederhana dan intim. Berbeda dengan penampilan Bangtan Sonyeon atau dikenal dengan Bangtan Boys (BTS) maupun Madonna, yang menyuguhkan koreografi megah bersama puluhan penari latar, serta kemunculan legenda sepak bola Brasil, Pelé dan Ronaldinho. Bieber hadir hanya ditemani gitar akustiknya. Suami dari Hailey Bieber itu membawakan lagu berjudul “Everything Hallelujah”, salah satu trek dari album Swag II (2025), dalam aransemen string acoustic yang hangat. Momen tersebut semakin menarik ketika karakter Ted Lasso yang diperankan Jason Sudeikis bersama Coach Beard (Brendan Hunt) muncul di atas panggung. Keduanya mengiringi penyanyi asal Kanada itu memasuki lapangan, dengan konsep layaknya seorang pemain pengganti yang baru diturunkan ke pertandingan. Di hadapan sekitar 80 ribu penonton yang memadati MetLife Stadium, Justin juga menghadirkan sentuhan khusus dengan mengubah sebagian lirik lagu menjadi kalimat, “It’s the World Cup, Hallelujah,”. Hal itu sebagai bentuk penghormatan untuk partai final Piala Dunia 2026. Selain Justin Bieber, halftime show juga dimeriahkan oleh penampilan BTS yang membawakan “Dynamite”, Madonna lewat lagu “Music”, serta Shakira yang menyanyikan “Dai Dai” sebagai lagu resmi (anthem) Piala Dunia 2026 bersama rapper Burna Boy. Pertunjukan kemudian ditutup secara megah oleh Coldplay yang membawakan “We Dance” bersama PS22 Chorus dan The Muppets. Keseluruhan konsep halftime show dikurasi langsung oleh vokalis Coldplay, Chris Martin. Tak sekadar menjadi hiburan, halftime show final Piala Dunia 2026 juga menjadi bagian dari kampanye FIFA Global Citizen Education Fund yang menargetka penggalangan dana sebesar USD100 juta atau sekitar Rp1,8 triliun untuk memperluas akses pendidikan serta pengembangan sepak bola bagi anak-anak di berbagai negara. Target tersebut didukung melalui berbagai inisiatif, salah satunya dengan menyisihkan USD1 dari setiap tiket pertandingan Piala Dunia 2026 yang terjual untuk disalurkan ke program tersebut.(mci/axm)
