31.4 C
Manado
Senin, Agustus 24, 2026
spot_img
Beranda Pendidikan Polimdo Jaga Jati Diri Vokasi, Prof Tri Hanggono Ingatkan Polimdo Tak Hilang Identitas...

Jaga Jati Diri Vokasi, Prof Tri Hanggono Ingatkan Polimdo Tak Hilang Identitas dalam Transformasi

blank

MANADO, RADARMANADOONLINE.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar diskusi strategis pengembangan kelembagaan bertajuk “Transformasi Kelembagaan Menuju Politeknik University atau University Politeknik Terapan” di Ruang Theater Polimdo pada Sabtu (22/08/2026).

Diskusi tersebut menghadirkan jajaran narasumber kompeten, yakni Tenaga Ahli Mendiktisaintek Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad; Tenaga Ahli Ditjen Dikti Aprilia Ekawati Utami, S.T., M.T.; serta Founding Father Polimdo, Prof. Dr. Ir. Ruddy Tenda, M.S., DEA.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Polimdo Dra. Maryke Alelo, MBA; Wakil Direktur Bidang Akademik Dr. Diane Tangian, S.H., M.Si.; Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Selvie R. Kalele, S.E., M.Si.; Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T.; serta Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Juliet Makinggung, S.E., M.Si., bersama jajaran terkait.

Baca Juga:  Tinjau TEFA hingga Recycling Center, Dirjen Kemendikdasmen Puji Akselerasi Mutu Polimdo

Pertahankan Karakter Politeknik di Usia ke-39 Tahun

Dalam pemaparannya pada sesi ketiga, Prof. Tri Hanggono memberikan pandangan mendalam mengenai arah transformasi kampus. Ia menegaskan bahwa Polimdo sejatinya telah memiliki identitas yang sangat kuat sebagai institusi pendidikan vokasi. Oleh karena itu, langkah transformasi jangan sampai mengikis karakter utama politeknik.

“Saya berkeyakinan teman-teman di sini sudah memiliki identitas yang jelas daripada universitas. Kalau saya, politeknik ya politeknik. Hapus saja universitas,” tegas Prof. Tri.

Ia mencontohkan perubahan bentuk kelembagaan perguruan tinggi lain yang berisiko mengaburkan karakter awalnya. Salah satunya pergeseran dari IKIP menjadi UPI, yang model risetnya tetap sama sehingga dinilai kehilangan identitas.

Prof. Tri pun mengajak seluruh civitas akademika Polimdo untuk bersyukur dan konsisten mempertahankan identitas vokasi yang telah dibangun, terlebih Polimdo saat ini genap memasuki usia ke-39 tahun.

Baca Juga:  Polimdo Jalin Kerja Sama dengan SMKN PP Kalasey Kembangkan Teknologi Gula Semut Berbasis Energi Surya

Fokus pada Dampak Pertumbuhan Ekonomi dan Kebutuhan Industri

Lebih lanjut, Prof. Tri menekankan bahwa tantangan utama Politeknik bukan sekadar urusan alih status kelembagaan, melainkan bagaimana memastikan lulusannya benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil industri.

Ia mengkritik fenomena program di universitas seperti Ilmu Komunikasi yang mencetak ahli komunikasi tetapi melatih keterampilan teknis seperti juru kamera, yang seharusnya menjadi porsi utama pendidikan vokasi di Politeknik.

Menurutnya, keberhasilan transformasi harus diukur dari sejauh mana institusi mampu memberikan dampak (impact) nyata terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Polimdo diimbau tidak hanya berfokus pada perburuan jumlah mahasiswa atau prosedur akreditasi semata, karena akreditasi akan terangkat secara alami apabila performa institusi sudah kuat.

Soroti Posisi Strategis Sulut dan Keunggulan Prodi Ekowisata Bawah Laut

Menyinggung posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, Prof. Tri menilai Polimdo memiliki peran yang sangat jelas dibanding perguruan tinggi akademik umum.

Baca Juga:  Hari Kartini, Direktur Polimdo Ajak Perempuan Bangun Harga Diri Berdasarkan Talenta

“Sulawesi Utara itu menjadi perhatian untuk pusat pertumbuhan berikut di wilayah timur. Terus, siapa yang memberikan impact antara Unsrat dan Polimdo? Politeknik itu jelas,” ucapnya.

Salah satu bukti kuat identitas unggulan Polimdo terlihat dari hadirnya Program Studi D3 Ekowisata Bawah Laut (EBL). Menurut Prof. Tri, prodi tersebut menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan vokasi berinteraksi langsung dengan kekayaan alam Sulut dan kebutuhan industri pariwisata (underwater tourism).

Melalui diskusi ini, transformasi Polimdo diharapkan menjadi momentum untuk memperkokoh jati diri pendidikan vokasi, menyelaraskan kurikulum dengan industri, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Sulawesi Utara.

polimdo.ac.id

(ivn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini