MANADO -Radarmanadoonline.com –
Keberlanjutan program bidang pertanian di Kauditan 1, Kecamatan Kauditan, Minut, kembali nampak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 1 September 2026 yang dilakukan tim dosen Faperta, Unsrat.
PKM tersebut terkait penyuluhan pemanfaatan ‘ Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Batik’
PKM ini kembali melibatkan Sanggar Tani Muda Kauditan 1 yang merupakan Kelompok Tani rintisan BEM Fakultas Pertanian yang dibentuk saat lewat Tim PPK Ormawa Faperta 2023 yang berhasil meraih Emas Abdidaya Ormawa di Jember thn 2023.

Menurut Dr Ir Diane Pioh MSi, PKM ini merupakan progra. keberlanjutan sebagai Desa Binaan Unsrat saat ini.
Kegiatan PKM tersebut juga mendaparkan dukungan penuh pemerintah desa setempat yang dipimpin Kepala Desa atau Hukum Tua Nancy Worung, SE.
Sementara Sanggar Tani Muda lewat Ketua Yanni Moniung sangat berterima kasih untuk terlaksananya PKM ini.
” Kami Sanggar Tani Muda tetap konsisten dalam pengembangan usaha tani, kali ini kembali kami terima transfer Ilmu dari Tim PKM dibawah pimpinan Dr Ir Diane Pioh MSi pemanfaatan PGPR khususnya untuk tanaman bayam batik yang semntara dibudidayakan Sanggar Tani Muda Kauditan 1,” ungkap Yanni didampingi beberapa anggota Sanggar Tani Muda setempat.

Dr Ir Diane Pioh MSi, yang juga Koordinator program studi Doktor Ilmu Pertanian Pasca Sarjana Unsrat menjelaskan pemanfaatan PGPR merupakan bagian inovasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain Pioh, tim dosen PKM.Faperta Unsrat tersebut adalah Wiesje Junnieke N Kumolontang, SP, MP dan
Melisa Pascawati Todingan, SP, M.Sc
Sementara mahasiswa adalah
Jeneline Putri, Aprilia Putri Bawulang dan Ronaldo Golioth. (r a m)
