27.4 C
Manado
Rabu, September 16, 2026
spot_img
Beranda Sulut Apresiasi Panitia PNNS 2026, Sampaikan Imbauan untuk Finalis, Noni Maria: Jangan Hanya...

Apresiasi Panitia PNNS 2026, Sampaikan Imbauan untuk Finalis, Noni Maria: Jangan Hanya Berorientasi Pada Mahkota atau Gelar Juara

MANADO, Radarmanadoonline.com-Tahapan pelaksanaan Pemilihan Nyong-Noni Sulut (PNNS) 2026, memasuki masa karantina.

blank
Dr. Maria V.J. Tielung SE, MSi.

Pada PNNS tahun ini, para finalis dikarantina di The Sentra Hotel, Minahasa Utara (Minut), mulai Kamis (17/9/2026). Sebelumnya, telah dilaksanakan tes kesehatan dan MMPI, serta briefing di RSUD Tipe B Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (16/9/2026). Tahapan pelaksanaan PNNS tahun ini, direspons positif oleh Dr. Maria V.J. Tielung SE, MSi. Kepada Media ini, Dr. Maria V.J. Tielung, SE, MSi, menyampaikan apresiasi kepada panitia PNNS 2026. “Saya menyambut baik dimulainya rangkaian Pemilihan Nyong Noni Sulawesi Utara 2026. PNNS bukan sekadar ajang pemilihan figur Nyong dan Noni, tetapi merupakan proses pembentukan generasi muda Sulawesi Utara yang memiliki karakter, wawasan, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap pembangunan dan promosi daerah. Saya juga mengapresiasi panitia yang telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan seluruh rangkaian PNNS 2026, dapat berlangsung secara profesional, objektif, transparan, dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh finalis,” kata Noni Maria, kepada radarmanadoonline.com, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:  Serahkan LKPD 2024 ke BPK, Bupati Joune Ganda Optimis Pemkab Minut Raih WTP

blankDimintai tanggapan, soal pelaksanaan pra-karantina dilaksanakan secara online, menurut Noni Sulut 2001 ini, itu merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus memberikan fleksibilitas bagi para finalis. Paling penting, bukan semata-mata apakah kegiatan dilaksanakan secara online atau tatap muka, tetapi kualitas proses pembekalan dan sejauh mana para finalis mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar,” ujarnya. Dosen FEB Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, berharap seluruh finalis tetap mengikuti setiap materi dengan serius, disiplin, aktif berdiskusi, serta mempersiapkan diri dengan baik sebelum memasuki tahapan karantina dan penjurian berikutnya,” sambungnya. Noni Maria menyampaikan pesan sekaligus imbauan kepada para finalis PNNS 2026 yang merupakan wakil dari kabupaten/kota se Sulut, untuk menikmati setiap tahapan sebagai sebuah proses belajar dan pengembangan diri. “Jangan hanya berorientasi pada mahkota atau gelar juara. Tunjukkan versi terbaik dari diri masing-masing. Tetap rendah hati, disiplin, percaya diri, menjaga etika dan integritas, serta menghargai sesama finalis. Pelajari Sulawesi Utara secara komprehensif. Mulai dari pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, lingkungan, hingga berbagai isu pembangunan dan sosial yang sedang dihadapi masyarakat. Nyong dan Noni Sulawesi Utara harus mampu menjadi representasi generasi muda Sulawesi Utara yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” pesannya. Dia juga berharap, seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulut, dapat memberikan dukungan dan kesempatan kepada generasi muda terbaik dari daerahnya untuk berpartisipasi dalam PNNS. “Kehadiran seluruh kabupaten dan kota sangat penting. Karena, PNNS pada hakikatnya merupakan representasi Sulawesi Utara secara keseluruhan. Setiap daerah memiliki potensi pariwisata, budaya, kearifan lokal, serta karakteristik yang berbeda. Dan, semuanya layak diperkenalkan melalui para Nyong dan Noni. Khususnya bagi daerah-daerah yang sebelumnya belum berpartisipasi, kami sangat berharap, tahun ini dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya. Semakin lengkap keterwakilan daerah, semakin kuat pula PNNS sebagai wadah promosi dan representasi keberagaman Sulawesi Utara,” katanya. Noni Maria juga berharap, PNNS 2026 ini, dapat berlangsung dengan sukses, lancar, profesional, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi Sulut. “Saya berharap, dari proses ini lahir Nyong dan Noni Sulawesi Utara yang tidak hanya memiliki penampilan dan kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga memiliki kecerdasan, integritas, kepedulian sosial, pemahaman budaya, serta komitmen untuk mempromosikan pariwisata dan potensi Sulawesi Utara. Pada akhirnya, gelar Nyong dan Noni bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga sebuah tanggung jawab. Siapa pun yang nantinya terpilih harus siap menjadi duta, role model, sekaligus bagian dari generasi muda yang membawa nama Sulawesi Utara dengan baik, di tingkat nasional maupun internasional. Dan, untuk seluruh finalis PNNS 2026, selamat berproses, berkompetisilah secara sehat, tetap rendah hati, dan jadikan PNNS sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, membangun jejaring, serta memberikan kontribusi terbaik bagi Sulawesi Utara,” ucapnya.(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini