MANADO, Radarmanadoonline.com-Finalis Pemilihan Nyong-Noni Sulut (PNNS) 2026, mulai menjalani karantina di The Sentra Hotel, Minahasa Utara (Minut), Kamis (17/9/2026).

Kegiatan finalis PNNS 2026 hari ini, seusai registrasi dilanjutkan kunjungan ke Dekranasda Sulut. Selanjutnya, photoshoot, kunjungan di Fresh Mart Teling dan Museum Sulut. Sore ini, para duta kabupaten/kota se Sulut itu akan menunjukkan potensi terbaik mereka di sesi talent show yang dihelat di atrium Manado Town Square (Mantos) 3, pukul 14.00 Wita. Mereka akan menampilkan kemampuan seni, kreativitas, dan hobi unik mereka di hadapan dewan juri dan publik sebagai bagian dari penilaian kompetensi duta pariwisata. Seusai talent show, para finalis mengikuti latihan koreografi/blocking, dan pembagian kamar, serta briefing, di The Sentra Hotel, Minut. Sebelumnya, Ketua Panitia PNNS 2026, dr. Lidya Evalien Tulus M.Kes, saat menyampaikan sambutan sekaligus arahan di pembukaan pra-karantina finalis PNNS 2026 yang berlangsung secara online, mengatakan berbagai hal sudah dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, terutama untuk mendukung kepariwisataan bagi Sulut, sesuai visi-misi Presiden Prabowo Subianto dan dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Jadi, kita tahu bersama bahwa kepariwisataan ini merupakan prioritas. Dan, dalam kepariwisataan mengandung unsur-unsur kebudayaan, mengandung unsur-unsur keindahan destinasi wisata, mengandung unsur-unsur perilaku pola hidup masyarakat yang harus dibanggakan dengan berbagai tradisi budaya, dengan berbagai adat istiadat, dan dengan berbagai hal yang indah yang terkait dengan toleransi yang sudah menjadikan Sulut salah satu laboratorium kerukunan di Indonesia. Hal ini harus adik-adik (finalis, red) cermati, karena adik-adik ini adalah duta daerah, duta generasi terbaik dari kabupaten/kota, yang mewakili kabupaten/kota masing-masing, untuk mengikuti pemilihan (PNNS 2026, red) di tingkat provinsi. Dan adik-adik bukan cuma sekadar bersaing untuk memperebutkan gelar juara atau gelar Nyong dan Noni Sulut, dan seluruh gelar yang akan dihasilkan nantinya, tetapi adik-adik yang merupakan duta kabupaten/kota akan menunjukkan kreativitas dan kolaborasi terbaik dari kabupaten/kota masing-masing. Sehingga, dengan menjadi finalis Nyong dan Noni Sulut atau pemilihan Nyong-Noni Sulut ini, adik-adik akan menjadi satu kesatuan tim kerja yang kompak, untuk mendukung pemerintah provinsi Sulawesi Utara, di dalam mempromosikan kepariwisataan dan kebudayaan, serta berbagai program pembangunan lainnya di berbagai steakholder yang ada. Sehingga, Sulawesi Utara yang kita cintai ini, akan menjadi semakin maju, semakin sejahtera, dan semuannya akan berkelanjutan,” kata dr Lidya, Senin (14/9/2026). Dikatan Ketua umum Ikatan Nyong-Noni Sulut (INNS) ini, pemilihan Nyong-Noni Sulut, bukan pageant atau pemilihan biasa seperti yang berlangsung di berbagai tempat. Tetapi, pemilihan Nyong-Noni Sulut ini merupakan satu warisan dari para senior-senior kita yang sudah berjalan berpuluh tahun, dan harus tetap kita kerjakan dengan sepenuh hati, dengan konsentrasi penuh, dengan niat sepenuh hati untuk menjadi kebanggaan Sulut dimana pun para finalis pergi dan berada. ” Kami sangat berharap, pemilihan (PNNS, red) ini akan memotivasi adik-adik,” ujar dr Lidya yang juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.(axm)
