MANADO, Radarmanadoonline.com-Seusai tampil di talent show di atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Kamis (17/9/2026) malam, wawasan finalis Pemilihan Nyong-Noni Sulut (PNNS) 2026 diuji oleh para juri dari berbagai latar profesi.
Sesi penjurian finalis PNNS 2026 ini, berlangsung di The Sentra Hotel, Minahasa Utara (Minut), Jumat (18/9/2026). Pada PNNS 2026 ini semua kota/kabupaten mengirim wakilnya. Sebelumnya, para finalis menunjukkanpotensi terbaik mereka di sesi talent show yang dipandu oleh Harapan I Nyong Sulut 2023 Josua Lasut dan Noni Sulut 2025 Bernanda Paparang, serta Wakil 1 Nyong Sulut 2025 Timothy Manueke, dan Noni Sulut Digital 2025 Kezia Pondaag.
Mereka tampil memukau di depan tamu- undangan dan para juri, dengan membawakan tarian tradisional khas daerah, menyanyi, olahraga beladiri karate, dan banners. Selain itu, dance (berpasangan), monolog, serta menyanyi sambil memainkan alat musik gitar dan kolintang. Wakil Kota Manado, Franda Benedicta Paat misalnya, tampil membawakan tarian tradisional khas Minahasa, Pisok. Penampilan memukau Nona Manado 2025 yang juga putri pasangan Dr. Ir. Frangky J. Paat, S.P., M.Si, dan Miranda Elisabeth Thomas, S.T.P., M.M ini, disambut aplaus meriah tamu-undangan dan pengunjung Mantos. Para juri di talent show ini, yaitu Kepala Dinas Kebudayaan Sulut Yorry Rommy Lesawengan, M.TR.A.P, Budayawan Minahasa, Drs Joudy Jolie Aray, serta Dosen Unsrat dan Noni Sulut 2001 DR Maria VJ Tielung, SE, M.Si. Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepada Dinas (Kadis) Pariwisata Sulut, dr Kartika Devi Kandou-Tanos, MARS, menyampaika apresiasi kepala Dinas Pariwisata Sulut, panitia PNNS 2026, pengurus Ikatan Nyong-Noni Sulut (INNS), dan seluruh pihak yang telah bekerja keras selama ini.
” Dedikasi yang luar biasa, serta komitmen yang teguh, serta sinergi yang solid dari saudara-saudaralah yang menjadi agenda tahunan bernilai strategis ini, dapat kembali terlaksana dengan baik,” kata Gubernur. Gubernur megaskan, bahwa ajang Nyong-Noni Sulut ini bukan panggung yang semata-mata tentang ketampanan, kecantikan atau keindahan fisik semata, tetapi ada esensi moral sosial, dan intelektual yang jauh lebih mendalam dibalik mahkota dan selempang yang diperebutkan . Orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini berpesan, para finalis PNNS 2026, bersaing dengan jujur, sehat dan sportif. Selain itu, selalu menjaga nama baik pribadi, kehormatan keluarga, serta reputasi kabupaten/kota yang diwakili finalis.
“Saya berharap, kiranya seluruh rangkaian kegiatan (PNNS 2026, red) ini mulai dari acara pembukaan hari ini, karantina, hingga malam puncak grand final nanti dapat berlangsung dengan aman, lancar, tertib dan sukses. Semoga kegiatan ini menghasilkan duta-duta yang tidak hanya unggul secara intelektual dan etika, namun juga dapat memberi dampak nyata dalam mengakselerasi kemajuan sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif di Sulut. Selamat berjuang dan tetap bersemangat kepada seluruh peserta pemilihan Nyong-Noni Sulut 2026. Semoga Tuhan senantiasa memberkati seluruh tugas dan pengabdian kita, bagi kemajuan Sulawesi Utara yang kita cintai,” kata Gubernur dalam sambutan tersebut.
Hadir di talent show dan acara pembukaan ini, Ketua Panitia PNNS 2026 dan Ketua Umum INNS, dr. Lidya Evalien Tulus M.Kes, Kabid Data, Informasi Gender dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (P3AD) Provinsi Sulut Jimi Pinangkaan, SE, M.Si, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sulut, Susan Imelda Mamahit, ST, Dr. Ir. Frangky J. Paat, S.P., M.Si, dan Sekum INNS Eunike R Sumampouw, SH. Juga hadir para penyandang gelar Nyong-Noni Sulut, diantaranya Melisa Suoth, SH,MH, Mona Sugeha, SH, Jefifani Mawey, Riska Ogi, Pegi Saerang, Rinny Kambey, Ir Herawati Rais, dan Priscilya Soetanto. Selengkapnya para finalis PNNS 2026, yaitu finalis Nyong Sulut Farhan Asrafarizaldi Marto (Kotamobagu), Miracle Mamasah (Minahasa), Ridel G.J Lala (Tomohon), Ronaldo Tjiabrata (Minahasa Utara), Richie Sumampouw (Minahasa), Marselino Rafael Sasauw (Talaud), Angga K. Supriyanto (Bolmong), Daniel Yunior Kapojos (Minahasa), Yordan Yeremia Poluan, S.Th (Manado), Timothy J.N Imon (Bitung), dan Arjuna Wijaya Marsidi (Boltim). Finalis Noni Sulut yakni Je T’Aime Richciel G. Kambey (Minahasa Utara), Giselle Languyu (Boltim), Sesylia Englyn Palar (Minahasa), Demia Mulia Tanod (Bitung), Laurensia K. Alow (Kotamobagu), Gracia F. Pontolawokang (Talaud), Stevany Injili Tuelah (Tomohon), Franda Benedicta Paat (Manado), Vreity Ugul (Bolmong), Intan Gloria Tombokan (Minsel), dan Jelita Kaligis (Minahasa). Grand final PNNS 2026 yang mengusung tema North Sulawesi Where Every Journey Tells a Story, berlangsung di The Sentra Hotel, Minut, Sabtu (19/9/2026) pukul 17.00 Wita.(axm)
