24.3 C
Manado
Rabu, Oktober 21, 2026
spot_img
Beranda Nasional Validasi Identitas Pemuda Indonesia

Validasi Identitas Pemuda Indonesia

 

blankOleh : Dr. Preysi Sherly Siby M.Psi.

(Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Indonesia di Tomohon)

MARI maknai momentum Sumpah Pemuda ini dari kacamata kedalaman batin. Membicarakan pemuda hari ini, khususnya Generasi Z, adalah membicarakan sebuah generasi yang tumbuh di tengah bisingnya lautan informasi dan tuntutan validasi eksternal. Secara psikologis, mereka menghadapi tantangan pembentukan identitas yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Dimana etalase media sosial seringkali memicu cognitive overload dan kecemasan. Sumpah Pemuda bagi Gen Z bukan lagi sekadar aksi heroik di medan perang fisik, melainkan sebuah jangkar agar mereka tidak kehilangan akar dan jati diri di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat. Harapan saya bagi anak-anak muda ini saya ingin mereka menumbuhkan emotional agility. Kita sering dicekoki narasi bahwa pemuda itu harus selalu “kuat dan tanpa celah”, namun sebagai perempuan, saya melihat bahwa ketangguhan sejati justru lahir ketika kita berani merangkul kerapuhan diri sendiri. Generasi Z memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap isu mental health, dan ini adalah sebuah kekuatan kolektif yang sangat indah. Memaknai “satu tumpah darah, bangsa, dan bahasa” di era modern ini adalah tentang keberanian mereka untuk merajut kembali ruang-ruang aman bagi sesama, melepaskan diri dari rantai perbandingan sosial yang toksik, dan membangun relasi antar anak bangsa yang autentik serta penuh welas asih. Saya sangat berharap Gen Z mampu memerdekakan diri dari ekspektasi-ekspektasi yang seringkali meredam suara hati mereka. Di tengah arus hustle culture yang begitu melelahkan, harapan terbesar saya adalah melihat pemuda-pemudi kita memiliki keanggunan untuk mengambil jeda untuk self-care dan self-compassion. Mereka perlu menyadari bahwa untuk bisa mencintai dan membangun negerinya, mereka harus terlebih dahulu memiliki kapasitas tangki emosional yang penuh. Sebuah peradaban yang besar dan welas asih selalu dilahirkan dan dirawat oleh jiwa-jiwa yang sehat, bukan oleh jiwa-jiwa yang kelelahan. ​Pada akhirnya, biarlah semangat Sumpah Pemuda ini menjadi pelukan hangat yang menguatkan setiap langkah mereka ke depan. Kepada para Generasi Z yang mungkin saat ini sedang meraba arah dan merasa cemas, tidak apa-apa jika jalanmu tidak selalu terang benderang. Teruslah bertumbuh dengan kelembutan yang menyembuhkan dan keberanian yang menginspirasi. Jadikan persatuan sebagai rahim tempat lahirnya inovasi, empati, dan toleransi. Setiap pemuda merasa diakui, didengar, dan berharga. Selamat merayakan Sumpah Pemuda; mari kita lahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kedalaman nurani yang mampu merengkuh seluruh anak bangsa.(*)

Baca Juga:  Mantan Kapolda Sulut Setyo Budiyanto Terpilih Jadi Ketua KPK Periode 2024-2029

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini