24.7 C
Manado
Selasa, November 3, 2026
spot_img
Beranda Berita Disparbud Minut Gelar FGD, Bahas Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Minut Gelar FGD, Bahas Pengembangan Desa Wisata

MINUT,Radarmanadoonline.com_Pengembangan desa wisata di Kabupaten Minahasa Utara mulai diarahkan pada penguatan potensi alam, budaya lokal dan keterlibatan masyarakat.

Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Desa Wisata yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Minut, Selasa (3/11/2026), di Hotel Sutan Raja Minut.

Sekretaris Daerah Minut, Ir. Novly G. Wowiling, M.Si., yang hadir sebagai narasumber, mengatakan Minut memiliki potensi wisata besar, mulai dari pantai, air terjun, pegunungan hingga kekayaan budaya.

Potensi tersebut bahkan mendapat respons positif saat dipresentasikan dalam kunjungannya ke Korea Selatan pekan lalu, khususnya kawasan Likupang dan Kinunang.

Menurut Novly, investasi perhotelan juga semakin memperkuat posisi Minut sebagai daerah tujuan wisata. Namun, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya mengandalkan keindahan alam dan fasilitas.

Baca Juga:  Sah! Gubernur Sulawesi Utara Tetapkan Ranperda RTRW 2025-2044 Sebagai "Mahakarya" Peta Jalan Pembangunan Dua Dekade

“Yang perlu kita bangun adalah kesadaran masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai bagian dari daya tarik wisata. Kita punya Kolintang, Maengket, Masamper, hingga Kawasaran. Ini kekuatan yang harus dihidupkan dan ditampilkan,” tegasnya.

Ia mendorong mulai 2027 setiap kecamatan memiliki kelompok seni budaya yang dapat tampil dalam berbagai kegiatan, termasuk agenda berskala nasional dan internasional.

Novly juga mengingatkan keberhasilan pariwisata harus diukur dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Kalau ketiga parameter ini sudah tercapai, barulah kita bisa mengatakan pariwisata kita berhasil. Jadi, bukan hanya berapa banyak yang datang, tetapi berapa lama mereka tinggal dan seberapa besar belanja mereka di Minahasa Utara,” jelasnya.

Sementara itu, akademisi Prof. Bet El Silisna Lagarense, MMTour., mengingatkan pengembangan desa wisata harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan melibatkan generasi muda.

Baca Juga:  Pemkab Minut Raih Predikat Terbaik Pengukuran IPKD 2023

Ia menilai setiap desa perlu memiliki karakter dan produk unggulan, didukung homestay yang layak, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah serta perlindungan kawasan mangrove.Bet juga mendorong kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media dan masyarakat.

Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) DPD Sulawesi Utara, Christian Tambingon, menyoroti pentingnya pemahaman regulasi dalam pengembangan desa wisata.

“Desa wisata tidak bisa disamakan dengan wisata desa. Keberadaan pantai, air terjun atau kawasan mangrove memang menjadi potensi, tetapi belum cukup untuk menjadikan sebuah wilayah sebagai desa wisata,” tegasnya.

Menurut Christian, pemerintah desa dan pemangku kepentingan perlu memahami kriteria, landasan hukum serta tahapan pengembangan desa wisata sesuai regulasi yang berlaku.

Terpisah, Ketua Persatuan Jurnalis Biro Minahasa Utara (PJBM), Fernandus Y. Adam, menegaskan media memiliki peran penting dalam mengawal pengembangan desa wisata.

Baca Juga:  Bupati Manumpil Safari Natal Di Nanusa Dan Miangas.

“Desa wisata merupakan sebuah ekosistem yang menghubungkan potensi alam, tradisi budaya, produk lokal dan kehidupan masyarakat. Karena itu, jurnalis perlu melakukan verifikasi secara ketat,” tutur Nando, sapaan akrab Fernandus.

Ia mengatakan pemberitaan tidak cukup hanya mempromosikan keindahan destinasi, tetapi juga perlu mengangkat tata kelola anggaran, fasilitas dasar dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Nando turut mengingatkan jurnalis agar menjaga independensi pers, menghormati kearifan lokal dan menghindari pemberitaan sensasional maupun klaim berlebihan yang tidak didukung fakta.

Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha dan media, pengembangan desa wisata di Minut diharapkan semakin terarah dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini