24.5 C
Manado
Rabu, November 4, 2026
spot_img
Beranda Berita Pernah Pimpin Prodi, LPPM dan FPIK, Kini Prof Roike Iwan Montolalu Maju...

Pernah Pimpin Prodi, LPPM dan FPIK, Kini Prof Roike Iwan Montolalu Maju Calon Rektor Unsrat

MANADO, Radarmanadoonline.com —Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi,M.Sc, mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNSRAT periode 2026– 2030, Selasa (3/11/2026).

Keikutsertaan Montolalu dalam penjaringan rektor membawa rekam
pengalaman pengelolaan perguruan tinggi selama lebih dari satu
dasawarsa. Ia pernah menjadi Ketua dan Koordinator Program Studi
Teknologi Hasil Perikanan, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM), Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
(FPIK), hingga Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNnsrat.
Selain mengemban berbagai jabatan struktural, Montolalu memiliki
pengalaman sebagai asesor akreditasi perguruan tinggi, reviewer penelitian
kompetitif nasional, dan narasumber tata kelola pendidikan tinggi.
Di luar kampus, ia juga aktif dalam organisasi profesi bidang pangan dan
perikanan. Saat ini, Montolalu tercatat sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi
Utara Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI) dan Ketua
Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Manado.
Pendaftaran bakal calon Rektor UNSRAT dibuka pada 2–6 November 2026.
Proses ini merupakan bagian dari tahapan pemilihan rektor yang ditetapkan
Senat Unsrat untuk masa jabatan 2026–2030.
Berawal dari Kepemimpinan Program Studi
Perjalanan kepemimpinan Montolalu di Unsrat dimulai ketika ia dipercaya
menjadi Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK pada 2010–
2014.
Selama delapan tahun, Montolalu terlibat langsung dalam pengelolaan
kurikulum, kegiatan pembelajaran, pengembangan kompetensi dosen,
pengelolaan laboratorium, serta penjaminan mutu program studi.
Berdasarkan portofolio akademiknya, Program Studi Teknologi Hasil
Perikanan memperoleh peringkat akreditasi A selama periode
pengelolaannya.
Pada 2014, Montolalu juga memperoleh penghargaan sebagai Koordinator
Program Studi Berprestasi Peringkat I tingkat Universitas Sam Ratulangi .
Pengalaman memimpin program studi menjadi bagian awal perjalanan
manajerialnya. Pada tingkat tersebut, pengelola berhadapan langsung
dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, serta pelaksanaan standar
pendidikan tinggi.
Penyelenggaraan pembelajaran tidak hanya menuntut penguasaan ilmu
pengetahuan, tetapi juga kemampuan mengoordinasikan sumber daya,
mengembangkan kurikulum, dan mengevaluasi hasil pendidikan.
Empat Tahun Mengelola Penelitian di LPPM
Pada 2018, Montolalu mendapat penugasan sebagai Sekretaris LPPM Unsrat. Jabatan tersebut dijalankannya hingga 2022.
Sebagai Sekretaris LPPM, ia terlibat dalam koordinasi kegiatan penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat lintas fakultas, peningkatan kualitas
publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, serta penguatan kerja sama
penelitian.
Pada masa tersebut, Unsrat mengembangkan berbagai program
peningkatan kapasitas penelitian, termasuk penguatan kemampuan dosen
memperoleh pendanaan kompetitif, publikasi ilmiah, serta pengelolaan hasil
penelitian.
Perkembangan kinerja penelitian dan pengabdian Unsrat, antara lain melalui
penguatan klaster penelitian serta peningkatan pengakuan terhadap
kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja kelembagaan yang melibatkan
pimpinan universitas, pengelola LPPM, dan seluruh dosen serta peneliti.
Pengalaman sebagai Sekretaris LPPM memperluas cakupan tanggung
jawab Montolalu dari satu program studi menjadi pengelolaan kegiatan
penelitian pada tingkat universitas.
Dipercaya nemimpin Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Tahap berikutnya dalam perjalanan kepemimpinan Montolalu berlangsung
pada Februari 2022.
Melalui mekanisme pemilihan yang dilaksanakan Senat FPIK pada 17
Februari 2022, Montolalu terpilih sebagai Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan UNSRAT untuk periode 2022–2026.
Ia menjalankan tugas sebagai dekan hingga 2024, sebelum memperoleh
penugasan pada tingkat rektorat.
Sebagai dekan, Montolalu bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan
pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan
sumber daya manusia, pengelolaan sarana prasarana, serta kerja sama
fakultas.
Sebagai pimpinan fakultas, ia juga terlibat dalam koordinasi pengelolaan
akademik, administrasi umum, keuangan, kemahasiswaan, serta
pengembangan fasilitas pembelajaran.
Pengalaman memimpin fakultas memberikan tanggung jawab yang lebih
luas dibandingkan pengelolaan program studi dan koordinasi penelitian.
Menangani Keuangan dan Umum Universitas
Pada 2024, Montolalu memperoleh kepercayaan sebagai Wakil Rektor
Bidang Umum dan Keuangan Unsrat Jabatan tersebut kemudian
menggunakan nomenklatur Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum.
Dalam posisi itu, tanggung jawabnya berkaitan dengan pengelolaan sumber
daya universitas, meliputi keuangan, aset, sumber daya manusia, serta
dukungan layanan administrasi.
Unsrat merupakan perguruan tinggi negeri dengan pola pengelolaan
keuangan Badan Layanan Umum (BLU).
Pola pengelolaan tersebut memberikan fleksibilitas tertentu dalam
pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan pelayanan, dengan tetap
menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan kepatuhan
terhadap ketentuan keuangan negara.
Pengelolaan keuangan dan umum mempunyai hubungan langsung dengan
kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kegiatan pembelajaran memerlukan fasilitas yang memadai. Penelitian
membutuhkan dukungan peralatan dan pendanaan. Sementara pelayanan
administrasi harus mampu mendukung kebutuhan mahasiswa, dosen, serta
tenaga kependidikan.
Pengalaman Montolalu pada empat tingkatan pengelolaan—program studi,
LPPM, fakultas, dan rektorat—menjadi bagian dari rekam manajerial yang
dibawanya dalam penjaringan rektor.
Aktif Memimpin Organisasi Profesi Pangan dan Perikanan
Di luar tanggung jawab sebagai pimpinan perguruan tinggi, Montolalu juga
mempunyai pengalaman dalam organisasi profesi keilmuan.
Ia menjabat Koordinator Wilayah Sulawesi Utara Masyarakat Pengolahan
Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI).
MPHPI merupakan organisasi profesi yang menghimpun akademisi, peneliti,
dan praktisi bidang pengolahan hasil perikanan.
Bidang kegiatannya berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi pengolahan, inovasi produk, peningkatan mutu, serta penguatan
hubungan antara penelitian dan industri perikanan.
Di samping MPHPI, Montolalu juga menjabat Ketua PATPI Cabang Manado.
PATPI merupakan organisasi profesi yang bergerak dalam pengembangan
ilmu dan teknologi pangan, termasuk pengolahan bahan pangan, keamanan
pangan, mutu produk, serta pemanfaatan sumber daya lokal.
Kegiatan organisasi tersebut antara lain mencakup seminar ilmiah,
pengembangan kompetensi profesional, publikasi, serta pengabdian kepada
masyarakat.
Kegiatan itu memperlihatkan keterlibatan organisasi profesi dalam
mempertemukan pengetahuan teknologi pangan dengan kebutuhan
masyarakat dan pengembangan produk lokal.
Bagi Montolalu, aktivitas organisasi profesi menjadi ruang kerja sama di luar
struktur formal universitas, terutama untuk memperluas hubungan antara
akademisi, peneliti, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Doktor Lulusan Jepang dan Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan
Montolalu memiliki latar belakang keilmuan dalam bidang teknologi hasil
perikanan.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknologi Hasil Perikanan di Unsrat
pada 1997.
Pendidikan magister ditempuhnya di Tokyo University of Marine Science and
Technology, Jepang, dalam bidang FoodScienceandTechnology dan
diselesaikan pada 2007.
universitas yang sama, ia memperoleh gelar doktor dalam bidang Applied
MarineBioscience pada 2010.
Pengalaman penelitiannya juga mencakup kegiatan visitingresearch di
Jepang melalui Japan Society for the Promotion of Science pada 2000 dan
2003, serta kegiatan penelitian internasional lainnya pada 2015 dan 2017.
Pada 2024, Montolalu memperoleh jabatan akademik Guru Besar Bidang
Pengolahan Hasil Laut atau Hasil Perikanan.
Pengukuhan profesornya berlangsung pada 16 Januari 2025.
Dalam kegiatan tersebut, Montolalu menyampaikan orasi ilmiah
berjudul DariLaut ke Meja Makan:Inovasi Pengolahan Hasil Laut atauHasil
Perikanan untuk Mendukung Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis
(MBG).
Orasi tersebut menguraikan pemanfaatan ikan dan hasil perikanan sebagai
sumber protein, teknologi pengolahan yang praktis dan terjangkau, serta
inovasi pengawetan dan pengemasan untuk mempertahankan mutu pangan.
Bidang penelitiannya mencakup teknologi pengolahan ikan, karagenan
rumput laut, gelatin dan kolagen hasil perikanan, pengembangan pangan
fungsional, serta inovasi material kemasan pangan.
Berdasarkan profil SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan
Teknologi, Montolalu tercatat memiliki 23 publikasi terindeks Scopus dengan
indeks-h Scopus 6.
Ia juga memiliki pengalaman sebagai reviewer penelitian kompetitif nasional
melalui Simlitabmas dan BIMA, serta reviewer dan editor jurnal ilmiah
nasional.
Berpengalaman dalam Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi
Selain menjalankan kegiatan penelitian dan pengelolaan organisasi,
Montolalu juga memiliki rekam penugasan dalam penjaminan mutu
perguruan tinggi.
Berdasarkan biodata akademiknya, ia tercatat menjadi Asesor Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 2015.
Ia juga tercatat sebagai Asesor LAM Teknik sejak 2022 dan Asesor Lembaga
Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) sejak 2025.
Pengalaman tersebut berkaitan dengan evaluasi mutu program studi,
pemeriksaan dokumen akademik, verifikasi data, serta asesmen lapangan.
Pada April 2026, misalnya, Montolalu menjadi anggota tim asesor dalam
asesmen lapangan Program Studi Pengelolaan Pelabuhan Perikanan di
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Di Unsrat, Montolalu juga tercatat sebagai anggota Tim Penyusun
Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi pada 2015–2017.
Pada Desember 2017, UNSRAT memperoleh peringkat akreditasi A dengan
nilai 367 dari BAN-PT.
Pada 2021, ia kembali terlibat dalam Tim Penyusun Instrumen Suplemen
Konversi (ISK) Unsrar.
Melalui proses tersebut, universitas memperoleh peringkat akreditasi Unggul.
Kedua capaian akreditasi merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur
Unsrat pada masa kepemimpinan rektor masing-masing. Keterlibatan
Montolalu menjadi bagian dari pengalaman profesionalnya dalam kegiatan
pengembangan dan penjaminan mutu institusi.
Menanti Penyampaian Visi dan Misi
Pendaftaran Montolalu sebagai bakal calon rektor merupakan tahap awal
dalam rangkaian pemilihan Rektor Unsrat periode 2026–2030.
Sesuai jadwal yang diumumkan universitas, pendaftaran berlangsung pada
2–6 November 2026.
Panitia selanjutnya akan melaksanakan pemeriksaan dan verifikasi
administrasi sebelum hasil penjaringan ditetapkan pada 24 November 2026.
Tahapan penyampaian visi, misi, dan program kerja dijadwalkan berlangsung
pada 25 November 2026.
Pada tahap tersebut, para bakal calon akan memperoleh kesempatan
menjelaskan arah pengembangan Unsrat untuk empat tahun mendatang.
Pemilihan rektor dijadwalkan dilaksanakan pada 18 Desember 2026.
Proses pemilihan menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk menilai
pengalaman, rekam kinerja, integritas, serta program pengembangan yang
ditawarkan para bakal calon.
Unsrat menghadapi berbagai tantangan, antara lain peningkatan mutu
akademik, produktivitas dan dampak penelitian, penguatan kerja sama
nasional dan internasional, pengembangan sumber daya manusia, serta
pengelolaan keuangan dan aset yang semakin akuntabel.
Pengalaman Montolalu memimpin program studi, terlibat dalam pengelolaan
LPPM, menjabat dekan, hingga mengelola bidang keuangan dan umum
universitas merupakan bagian dari rekam jejak yang dapat diperiksa.
Aktivitasnya sebagai asesor, reviewer nasional, serta pimpinan organisasi
profesi juga memberikan gambaran mengenai keterlibatan di luar
lingkungan internal kampus.
Namun, panjangnya pengalaman tidak dengan sendirinya menentukan hasil
pemilihan ataupun menjamin keberhasilan kepemimpinan.
Tahapan berikutnya akan menjadi ruang untuk menilai bagaimana
pengalaman akademik, manajerial, dan organisasi Prof. Roike Iwan
Montolalu diterjemahkan menjadi visi serta program kerja yang konkret
bagi pengembangan Unsratvperiode 2026–2030. (***/r a m)

Baca Juga:  Upacara Hari Guru Nasional 2025 di Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Guru Terus Berinovasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini