32.4 C
Manado
Rabu, April 22, 2026
spot_img
Beranda Sulut Dinas P3AD Sulut Gelar Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Lagi, Januari-Oktober 2024...

Dinas P3AD Sulut Gelar Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Lagi, Januari-Oktober 2024 Terjadi 642 Kasus  Kekerasan di Sulut 

 

Kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, di Atrium Mantos 3, Kamis (5/12/2024).(FOTO/DOK PANITIA)

MANADO,radarmanadoonline.com-Setelah sukses menggelar pemilihan Duta Anti Kekerasan pada Perempuan dan Anak (DAKPA) 2024, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (P3AD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan. Terkini, Dinas P3AD Provinsi Sulut menggelar kegiatan bertajuk Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Kamis (5/12/2024). Acara yang diawali doa oleh Pdt Marhaeni Luciana Mawuntu dihadiri 30 orang peserta yang mewakili organisasi perempuan di Sulut, dan lembaga layanan pemberdayaan perempuan. Laporan panitia disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi Gender dan Anak Dinas P3AD Provinsi Sulut, Jimi Pinangkaan SE, M.Si. Kegiatan tersebut diwarnai talkshow, pemeriksaan kesehatan gratis, papsmeer (deteksi dini kanker terhadap perempuan), layanan pengaduan, serta bantuan hukum dan psikolog bagi korban kekerasan terhadap perempuan. Empat narasumber dihadirkan di kegiatan ini. Mereka yaitu Mun Djenaan (Swara Parangpuan), Mirfad R  Basalamah (Kanwil Kementerian Hukum dan HAM), Natalya Verity Dapu (Putri Duta Anti Kekerasan pada Perempuan dan Anak Sulut 2024),  dan Edmondo Bawinto (Wakil 1 Putra Duta Anti Kekerasan pada Perempuan dan Anak Sulut 2024).

Kadis P3AD Provinsi Sulut Wanda L. C. Musu, S.E, M.E menyampaikan sambutan
Gubernur Sulut Prof. Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, SE.(FOTO/DOK PANITIA)

Gubernur Sulut Prof. Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, SE dalam dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) P3AD Provinsi Sulut Wanda L. C. Musu, S.E, M.E mengatakan,  Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang menjadi bagian dari 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKtP) merupakan momentum penting untuk menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan di Sulawesi Utara, Indonesia, bahkan dunia. Dikatakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, kampanye yang berlangsung 25 November hingga 10 Desember, tidak hanya sekadar pengingat, tetapi juga seruan global untuk menyatukan langkah dalam menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. Tanggal 25 November, kata Gubernur Olly, diperingati sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, sementara 10 Desember menandai Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran mendasar terhadap hak asasi manusia. Dikatakan Gubernur Olly, Pemerintah Provinsi Sulut terus berupaya memerangi dan meminimalisir kekerasan terhadap perempuan melalui berbagai langkah strategis. “Kami memperkuat layanan terpadu bagi korban kekerasan, termasuk pusat layanan terpadu berbasis gender, pendampingan hukum, serta penyediaan rumah aman. Edukasi publik dan pelatihan bagi penegak hukum juga terus kami lakukan untuk memastikan perspektif gender dalam menangani kasus-kasus kekerasan,” ujar Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang dibacakan Kadis P3AD Provinsi Sulut Wanda L. C. Musu.

Kabid Data dan Informasi Gender dan Anak Dinas P3AD Provinsi Sulut, Jimi Pinangkaan SE, M.Si menyampaikan laporan panitia.(FOTO/DOK PANITIA)

Dibagian lain sambutan tersebut mengungkapkan, berdasarkan data terbaru dari aplikasi SIMFONI PPA menunjukkan tren yang memprihatinkan terkait kekerasan terhadap perempuan di Sulut. Pada periode Januari hingga Oktober 2024, tercatat 642 kasus kekerasan dengan 707 korban. Bentuk kekerasan yang paling sering dialami adalah kekerasan seksual (253 korban), kekerasan fisik (232 korban), dan kekerasan psikis (133 korban). Secara rinci, korban perempuan dewasa paling banyak mengalami kekerasan di lingkungan rumah tangga (141 kasus). Sedangkan untuk anak, kekerasan seksual menjadi jenis kekerasan yang paling umum terjadi (213 korban). Kota Manado, Kotamobagu, dan Bitung tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi. Diakhir sambutannya, Gubernur Olly memberikan semangat kepada perempuan-perempuan hebat di Sulut: ”Anda tidak sendiri”. “Pemerintah hadir untuk memastikan hak-hak Anda terlindungi. Kami juga menghimbau kepada organisasi masyarakat, tokoh agama, komunitas lokal, serta insan media untuk terus aktif mengkampanyekan isu ini. Saya berharap, kampanye ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi langkah nyata untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan. Bersama-sama, mari kita wujudkan lingkungan yang aman, damai, dan penuh penghormatan terhadap hak asasi manusia,” ujar Gubernur.

Sebelumnya, Dinas P3AD Sulut sukses menggelar pemilihan Duta Anti Kekerasan pada Perempuan dan Anak (DAKPA) 2024. Julio Caesar Evrits Waney dan.Natalya Verity Dapu terpilih Putra-Putri Duta DAKPA Sulut 2024. Kabid Data dan Informasi Gender dan Anak Dinas P3AD Sulut, Jimi Pinangkaan menerangkan, para pemenang pemilihan DAKPA 2024 akan melakukan sosialisasi terkait informasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak di dunia kerja, dunia pendidikan, dan lainnya.(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini