24.6 C
Manado
Senin, Mei 18, 2026
spot_img
Beranda Sulut Manado Ibadah Perayaan Menyambut Natal WKI Jemaat GMIM Kharisma Buha Berlangsung Hikmat

Ibadah Perayaan Menyambut Natal WKI Jemaat GMIM Kharisma Buha Berlangsung Hikmat

MANADO,Radarmanadoonline–Ibadah menyambut Natal Yesus Kristus Wanita Kaum Ibu (WKI) Jemaat GMIM Kharisma Buha berlangsung hikmat.

Ibadah di pimpin Ketua BPMJ GMIM Kharisma Buha Pdt Cyska Tumipa S.Th.
Bacaan Alkitab dalam Lukas 2:1-7.

Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan, Puji Tuhan, kita diperkenankan lagi merayakan Natal Yesus Kristus. Sebuah perayaan yang “mendunia” dan menyerap perhatian banyak orang. Natal dipandang sebagai “hari besar” yang menjadi ciri khas atau keunikan yang tak terpisahkan dari umat Kristen. Tetapi juga pada saat yang sama, Natal diakui telah menjadi fenomena sosial yang “mewarnai” interaksi antar manusia dari berbagai latar belakang kehidupan yang berbeda, termasuk perbedaan agama. Sedikit atau banyak, Natal telah menjadi “milik semua”.

Pada masa itu, berkuasalah Kaisar Agustus yang bernama asli Gaius Oktavius. Masa pemerintahannya dari Tahun 27 sebelum Masehi sampai Tahun 14. Wilayah kekuasaannya meliputi Eropa, Asia kecil, sebagian timur tengah sampai Afrika bagian utara. Ketika kaisar menyampaikan titah pendaftaran penduduk untuk kepentingan pembayaran pajak maka semua warga harus patuh. Saat itu wali negeri atau gubernur provinsi Siria adalah Kirenius. Jadilah Yusuf dan Maria menuju ke kotanya sendiri. Ayat 4 mencatat: Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud.

Baca Juga:  PLN Siapkan Skema Jaga Keandalan Listrik Jelang Idul Fitri 1445 H

Di sini Yusuf tidak hanya mendaftarkan dirinya sendiri tetapi juga Maria tunangannya. Hal ini sebagai wujud kesetiaannya, sebagaimana terbukti ketika Maria harus bersalin dan Yusuf berusaha melakukan yang terbaik di tengah keadaan yang sulit. Awalnya mereka mencari rumah penginapan namun tidak ada lagi kamar kosong. Sementara waktu persalinan sudah tiba. Mariapun melahirkan anak lelakinya yang sulung. Dimana? Diceritakan Maria membungkus anaknya dengan lampin atau sehelai kain panjang, meletakkannya di sebuah palungan berisi jerami. Kita pun tahu, tempatnya persalinan adalah sebuah kandang. Sebuah kandang untuk berlindung dari dinginnya malam. Tempat yang sangat bersahaja untuk berbaring bagi sang Bayi mungil di malam lahir-Nya. Tempat yang ditentukan Tuhan Allah menjadi tempat termulia bagi datangnya Raja Damai.

Natal adalah peristiwa kedatangan Sang Raja kehidupan melalui kesederhanaan tiada tara. Kelahiran Yesus Kristus di kandang menyatakan konsistensi Tuhan Allah dalam
keberpihakan-Nya kepada manusia. Manusia yang sejatinya merupakan “Imago Dei” atau yang segambar dan serupa dengan Tuhan Allah, telah jatuh dalam dosa dan pemberontakan. Tetapi karena kasih-Nya yang ajaib dan luar biasa berkenan mengangkat kita dari kubangan dosa. Ia betul-betul mengosongkan diri-Nya agar dapat meraih kita kembali dari tempat yang “paling bawah”. Inilah wujud kerendahan hati Tuhan Allah demi menyelamatkan manusia dan semua ciptaan.

“Torang sebagai Ibu-ibu Tuhan harus mencontohi kesetiaan seperti Yusuf dan Maria. Walau banyak pergumulan harus tetap mengandalkan Tuhan biar sesibuk apapun jangan lupa tugas dan tanggung jawab sebagai istri melayani suami dan anak-anak,” katanya.

Baca Juga:  TNI AD di Sulut Bantu Warga Bersikan Sampah Pasca Banjir di Manado

Sementara itu ucapan terima kasih dari Penatua WKI GMIM Kharisma Buha Ibu Penatua Fatmawati Kalebos MM, dan sambutan dari BPMJ Diaken Friane kawengian, di hadiri undangan pelsus dari kolom 1-25. Pada kesempatan itu juga diwarnai dengan pemberian tanda kasih untuk para hamba Tuhan dan sahabat pelayan.

Ibadah menyambut Natal Yesus Kristus Wanita Kaum Ibu (WKI) Jemaat GMIM Kharisma Buha dihadiri Para Pendeta. Pdt Mareska Rawung S.Th, Pdt Lisha Limpeleh M.Th dgn Pdt Grafein Robot M.Th (***)

Bagaimana Pendapatmu?