
TALAUD, radarmanadoonline.com – Kabar bahagia terhadap rakyat Kepulauan Talaud khususnya Desa Dapihe Kecamatan Tampan’Amma. Dimana, kedua nelayan asal Desa Dapihe yakni Fritz Maarial dan Jusuf Beba, yang dikabarkan telah hilang jejak saat melaut selama Dua Minggu lebih sejak Tanggal 01 Juli 2025. Kini sudah ditemukan oleh nelayan asal negara Philipina.
Camat Tampan’Amma, Dolfie Liunsanda S.IP. MM, mengatakan kedua nelayan yang hilang asal Desa Dapihe yakni Fritz Maarial dan Jusuf Beba, telah ditemukan oleh nelayan asal Philipina pada tanggal 16 Juli 2025 di perairan Philipina.
” Jadi, berdasarkan hasil komunikasi dengan Danpos Angkatan Laut dan Camat Miangas yang diberitakan lewat Duta Besar Indonesia di Philipina, maka kedua nelayan yang hilang tersebut itu sudah terkonfirmasi ditemukan oleh nelayan asal Philipina dengan keadaan selamat,” ujar Camat Liunsanda kepada awak media.
Lanjutnya, dengan adanya konfirmasi soal kedua nelayan asal Desa Dapihe Telah ditemukan di perairan Philipina. Selanjutnya Pemerintah Kecamatan Tampan’Amma, langsung menyampaikan informasi tersebut kepada Bupati dan Wakil Bupati, Sekda, dan Para Asisten Pemkab Talaud untuk diketahui.
Saat ditanya soal sudah sejauh mana komunikasi dengan Kedua keluarga korban. Liunsanda mengatakan bahwa setelah terkonfirmasi kedua korban sudah ditemukan di Philipina. Maka dari pemerintah kecamatan Tampan’ Amma, Pemerintah Desa Dapihe, Babinsa setempat, dan kedua istri korban sudah melakukan pertemuan. Saat itu, Kedua istri korban sudah berkomunikasi lewat Video Call dan Messenger dengan bahagia campur haru tangis.
Diketahui kronologi penemuan Kedua nelayan yang hilang tersebut, yakni mereka ditemukan oleh nelayan Philipina di tengah laut tanggal 16 Juli 2025. Keduanya dibawa langsung ke darat pesisir pantai untuk berlindung apalagi karena ada badai di tengah laut. Sebelum kemudian menuju ke Philipina.
” Sesuai informasi resmi dari Ibu Camat Miangas bahwa kedua korban rencana akan dipulangkan dari negara Philipina ke Indonedia pada hari ini, kamis 17 Juli 2025. Dengan rute dari Barangay Makambel , Provinsi Mati di Philipina menuju ke Batu Ganding sampai ke Kecamatan Khusus Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tutur Camat Liunsanda. (Jasman Andy)
