4.5 C
New York
Senin, April 20, 2026

Buy now

spot_img
Beranda Pendidikan Polimdo Polimdo Jalin Kerja Sama dengan SMKN PP Kalasey Kembangkan Teknologi Gula Semut...

Polimdo Jalin Kerja Sama dengan SMKN PP Kalasey Kembangkan Teknologi Gula Semut Berbasis Energi Surya

MINAHASA, Radarmanadoonline.com — Tim riset “Katalisator Kemitraan Berdikari” dari Politeknik Negeri Manado (Polimdo) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan SMKN Pertanian Pembangunan (PP) Kalasey pada Rabu, 16 Juli 2025. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan dan diseminasi teknologi produksi gula semut menggunakan energi surya, sebagai bentuk nyata hilirisasi hasil riset ke dunia pendidikan dan masyarakat.


Integrasi Riset ke Kurikulum dan Praktik

MoU yang digelar di aula SMKN PP Kalasey, Kabupaten Minahasa, melibatkan tim peneliti Polimdo yang dipimpin Melky K. E. Paendong, bersama anggota tim Arief Kumaat, I Gede Para Atmaja, Stieven Rumokoy, Adelaida Joroh, Dominikus Andreo, dan Misael Walangitan. Dari pihak sekolah, turut hadir Kepala SMKN PP Kalasey, Hernie Onibala, S.Pi., M.Si., serta seluruh jajaran manajemen.

Kerja sama ini akan mengintegrasikan hasil penelitian Polimdo ke dalam kurikulum dan kegiatan praktik siswa, khususnya pada bidang pertanian dan energi terbarukan. “Kami ingin riset tidak berhenti di jurnal, tapi betul-betul diadopsi sekolah dan petani,” ujar Melky Paendong dalam sambutannya.


Teknologi Gula Semut Ramah Lingkungan

Teknologi yang dikembangkan berupa satu set alat tepat guna untuk produksi gula semut, mulai dari mesin pemasak nira, oven pengering, penggiling, hingga pengayak, yang semuanya dapat ditenagai panel surya. Inovasi ini menawarkan tiga keunggulan utama:

  • Efisiensi energi: Menurunkan beban listrik bagi petani kecil, sehingga biaya produksi lebih hemat.

  • Kualitas produk: Proses pengeringan lebih stabil, menghasilkan gula semut dengan mutu kristal lebih seragam.

  • Ramah lingkungan: Mengurangi emisi karbon karena tak lagi bergantung pada bahan bakar fosil.

“Dengan tenaga surya, produksi gula semut lebih cepat dan biaya operasional bisa ditekan,” terang Stieven Rumokoy, anggota tim peneliti.


Program Katalisator Kemitraan Berdikari

Kerja sama ini merupakan bagian dari skema nasional Kemdikbudristek—LPDP yang mendorong riset terapan perguruan tinggi vokasi agar terhubung dengan dunia usaha, dunia industri (DUDI), pemerintah daerah, dan komunitas lokal. Melalui proyek ini, hasil inovasi Polimdo akan diterapkan langsung di sekolah dan kelompok tani mitra di Minahasa.


Dampak yang Diharapkan

Kerja sama ini ditargetkan memberi dampak konkret di berbagai bidang:

  • Pendidikan: SMKN PP Kalasey akan memasukkan modul energi surya dan teknologi pangan ke dalam kelas agribisnis mulai tahun ajaran 2025/2026.

  • Ekonomi lokal: Siswa dan kelompok tani mitra ditargetkan mampu memproduksi hingga 50 kg gula semut per pekan tanpa biaya listrik tambahan.

  • Lingkungan: Penggunaan panel surya diproyeksikan mampu memotong emisi sekitar 1,2 ton CO₂ ekuivalen per tahun dibanding metode konvensional berbasis kompor gas.


Tahapan Lanjutan

Setelah penandatanganan MoU, akan dilaksanakan:

  • Pelatihan intensif bagi guru dan siswa pada Agustus hingga Oktober 2025.

  • Instalasi panel surya 3 kWp di area praktik sekolah.

  • Monitoring dan evaluasi kinerja alat serta publikasi hasil kerja sama pada jurnal ilmiah terindeks nasional tahun 2026.

Sinergi antara Polimdo dan SMKN PP Kalasey menegaskan kiprah pendidikan vokasi Sulawesi Utara dalam menghadirkan inovasi tepat guna bagi masyarakat. (ivn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini