32.1 C
Manado
Senin, Juli 6, 2026
spot_img
Beranda Pendidikan Polimdo Tim Peneliti Berdikari Polimdo Prioritaskan Sektor Unggulan Daerah

Tim Peneliti Berdikari Polimdo Prioritaskan Sektor Unggulan Daerah

blank

MANADO, Radarmanadoonline.com – Tim Penelitian Berdikari Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Potensi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna FUTURE untuk UMKM Pengolah Cakalang Fufu di Sulawesi Utara”, Kamis (27/11/2025), di Baru Nona Room, Hotel Sentral, Kabupaten Minahasa Utara.

FGD ini menjadi bagian dari tahapan kerja riset Berdikari yang fokus pada pengembangan teknologi tepat guna untuk sektor unggulan daerah. Kegiatan dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Bitung, pelaku industri, serta tim peneliti Polimdo.

Sebelum pemaparan hasil riset, Ketua Tim Peneliti Polimdo, Arifmanuel Kolondam, SE., MM., menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dan menjelaskan tujuan program Berdikari di tingkat nasional.

Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif Kementerian melalui Minaksaintek Direktorat Pengembangan Sains dan Teknologi, didanai LPDP, dan diarahkan untuk riset yang memberi dampak langsung pada sektor strategis daerah.

“Kelompok kami menjadi salah satu dari tiga tim peneliti Polimdo yang lolos program ini. Penelitian Berdikari mengutamakan sektor unggulan daerah. Tahun 2024 kami fokus menghasilkan policy paper untuk Sulut, dan tahun ini kami melakukan implementasi innovation planning. Kami memilih sektor perikanan, karena cakalang adalah ikon provinsi ini,” jelas Sekretaris Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo tersebut.

Baca Juga:  CEO Tsubasa International Kunjungi Polimdo, Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional

Dalam riset ini, tim bekerja sama dengan pelaku UMKM pengolah cakalang fufu, Suryana Livia Nosa Boga, yang menghadapi tantangan dalam memperpanjang daya simpan produk.

“Meskipun fufu adalah metode pengawetan, daya simpannya tetap singkat. Ini menjadi alasan kami meneliti bagaimana meningkatkan daya saing cakalang fufu agar bisa menembus pasar internasional,” ujar Arifmanuel.

Menurut temuan awal, proses produksi tradisional masih dilakukan secara konvensional dan belum steril, sehingga memengaruhi kualitas penyimpanan. Untuk itu, tim menggandeng berbagai pihak, mulai dari ahli perikanan hingga tenaga ahli mesin.

“Kami melibatkan banyak pihak, seperti ahli perikanan dari Unsrat hingga tenaga ahli pembuatan mesin seperti Nico Pinangkaan, ST., MT. Dari sini kami menyusun SOP lengkap, mulai dari pasca tangkap hingga distribusi,” katanya.

Baca Juga:  Polimdo Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Sumompo

Sebagai hasil riset, tim mengembangkan lima teknologi tepat guna, termasuk oven tertutup berbahan stainless steel yang menggabungkan metode tradisional dengan teknologi modern.

Oven tersebut tetap menggunakan arang briket dan serabut kelapa untuk mempertahankan cita rasa khas, namun dilengkapi blower, filter, kipas, serta kontrol digital sehingga proses pengolahan menjadi lebih steril, cepat, dan efisien. Jika metode konvensional memerlukan 4–8 jam, teknologi ini dapat menyelesaikan pengolahan dalam waktu 90 menit pada suhu 70°C, sekaligus memanfaatkan energi solar panel.

Selain itu, tim juga mengembangkan mesin boiler dan retort untuk proses sterilisasi.

“Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar air cakalang fufu produksi kami lebih baik dibanding proses konvensional. Produk dapat bertahan satu bulan di freezer dan tiga bulan di chiller. Target ke depan, tiga bulan di freezer dan satu tahun di chiller,” tambahnya.

Baca Juga:  Lebih dari Sekadar Skill Teknis: Direktur Polimdo Tekankan 'Ketabahan' Sebagai Kunci Karier Global

Pemaparan hasil riset tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Bitung. Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Bitung, Edy Rudy Panamon, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas inovasi teknologi yang ditawarkan.

“Kami sangat tertarik dengan inovasi ini. Setelah mengikuti expo Polimdo, kami langsung melaporkan kepada Bapak Wali Kota dan Ibu Wali Kota. Cakalang adalah ikon Bitung, sehingga pengembangan seperti ini harus disambut serius,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah siap menjalin koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak ketiga yang menunjukkan minat atas teknologi tersebut.

Tim peneliti Polimdo diketuai Arifmanuel Kolondam, SE., MM., dengan anggota: Andreas Randy Wangarry, SE., MSA., Ak., CA., Selvy Kalele, SE., M.Si., Ficky M.F. Purba, BBA., MM., Oldy Labonan, dan Jane Hendriks.(ivn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini