
TEHERAN, Radarmanadoonline.com-Lembaga peradilan Iran, Minggu (1/3/2026), mengonfirmasi bahwa serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial juga menyatakan bahwa operasi militer itu telah menewaskan pemimpin tertinggi Negeri Para Mullah berusia 86 tahun. Ayatollah Ali Khamenei tewas menyusul serangan udara gabungan AS-Israel, di kompleks kediamannya di Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Kantor berita resmi Iran, IRNA, seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), mengatakan selain Ayatollah Ali Khamenei juga turut tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel di bulan puasa ini yakni putri Khamenei, menantu perempuan, serta seorang cucunya. Juga ikut tewas, Komandan IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, Pejabat Intelijen Iran Saleh Asadi, Pejabat Penelitian Iran Hossein Jabal Amelian, Pejabat Penelitian Iran Reza Mozaffari-Nia, dan Penghubung pertahanan senior Iran Mohammed Shirazi. Menyusul tewasnya tokoh yang telah berkuasa selama 36 tahun bersama keluargannya, dan beberapa pejabat tinggi Iran, pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung dan libur kerja selama seminggu. Kantor berita IRNA, merilis dewan beranggotakan tiga orang yang berdiri dari presiden negara, kepala kehakiman, dan salah satu ahli hukum Dewan Penjaga Konstitusi untuk sementara akan mengambil alih semua kepemimpinan di Iran.

Sementara itu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mencapai titik eskalasi tertinggi menyusul operasi militer skala besar yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap sejumlah fasilitas strategis di Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu turut mengonfirmasi bahwa kompleks utama di Teheran telah dihancurkan melalui serangan kejutan yang terkoordinasi guna melumpuhkan pertahanan dalam negeri. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan, operasi militer tersebut menargetkan pusat komando dan tokoh kunci dalam struktur kepemimpinan Iran. Media semi pemerintah setempat, Fars, juga mengungkapkan terkait detail lebih lanjut tentang pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut. Disebutkan bahwa Khamenei terbunuh di kantornya saat melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya, Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu setempat. Kompleks kediaman Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan digempur hingga 30 bom dalam serangan udara bersama AS-Israel tersebut. Media Israel Channel 12 yang dikutip Times of Israel melaporkan, bahwa Israel setelah berkoordinasi dengan AS menjatuhkan 30 bom di kompleks kediaman Khamenei. Khamenei sendiri telah memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas politik serta agama tertinggi di negara tersebut.(cbi/cnc/axm)
