TEHERAN, Radarmanadoonline.com-Tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyusul serangan gabungan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel, disambut sukacita warga Iran. Sejumlah video yang sudah beredar luas di Media sosial (Medsos), memperlihatkan ribuan warga Negeri Para Mullah itu bersukacita dan turun ke jalan-jalan merayakan tewasnya pemimpin tertinggi Iran berusia 86 tahun. Seperti diberitakan, Ayatollah Ali Khamenei tewas menyusul serangan udara gabungan AS-Israel, di kompleks kediamannya di Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu setempat. Dalam video yang diunggah di Medsos, jalan-jalan di Kota Teheran mendadak ramai. Puluhan ribu orang memadati setiap jalan untuk bersukacita atas tewasnya tokoh yang telah berkuasa selama 36 tahun di Iran. Dari pantauan video viral, warga Teheran benar-benar tumpah ruang di jalanan. Mereka membawa bendera negarannya dan bendera Amerika sambil meneriakkan kalimat-kalimat sebagai ungkapan bahagia atas terbunuhnya Khamenei. Tidak hanya di satu sudut jalanan, tapi di hampir seluruh bagian Teheran menyambut sukacita atas terbunuhnya sang pemimpin tertinggi tersebut. Bagi kelompok penentang rezim pemerintahan Khamenei, kematian ini dipandang sebagai akhir dari penindasan brutal yang telah merenggut nyawa para aktivis di seluruh negeri Iran. Melansir Al Jazeera, situasi yang dilaporkan yakni adanya perayaan dan peluncuran kembang api di beberapa titik ibu kota segera setelah kabar kematian Khamenei tersiar. Massa yang bersukacita itu terlihat berjoget sambil diiringi musik. Sentimen ini dipicu oleh kemarahan sebagian besar rakyat Iran terhadap Khamenei dan pasukan keamanannya yang dituduh memerintahkan pembunuhan ribuan pengunjuk rasa dalam beberapa pekan terakhir. Hingga saat ini, aparat keamanan Iran dilaporkan masih bersiaga penuh untuk mencegah kerusuhan massa. Tak hanya di dalam negeri, warga Iran di seluruh dunia termasuk di Frankfurt, Jerman, juga ikut bersukacita menyusul laporan tewasnya Ayatollah Ali Khamenei. Mereka bersorak sambil mengucapkan terimakasih kepada Presiden AS Donald Trump.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), mengatakan selain Ayatollah Ali Khamenei juga turut tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel di bulan puasa ini yakni putri Khamenei, menantu perempuan, serta seorang cucunya. Juga ikut tewas, Komandan IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, Pejabat Intelijen Iran Saleh Asadi, Pejabat Penelitian Iran Hossein Jabal Amelian, Pejabat Penelitian Iran Reza Mozaffari-Nia, dan Penghubung pertahanan senior Iran Mohammed Shirazi. Pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung dan libur kerja selama seminggu. Kantor berita IRNA, merilis dewan beranggotakan tiga orang yang berdiri dari presiden negara, kepala kehakiman, dan salah satu ahli hukum Dewan Penjaga Konstitusi untuk sementara akan mengambil alih semua kepemimpinan di Iran.(cnc/ind/cnb/axm)
