26.5 C
Manado
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img
Beranda Sulut 13 Anggota Sidi Baru Jemaat GMIM Eben Haezer Kombos Perjamuan Kudus Pertama,...

13 Anggota Sidi Baru Jemaat GMIM Eben Haezer Kombos Perjamuan Kudus Pertama, Pdt Yuliana: Yesus Menjadi Pusat Iman Kita 

MANADO, Radarmanadoonline.com-“Roti yang dipecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus. Ambillah, makanlah, ingat dan percayalah, bahwa tubuh TUHAN kita, Yesus Kristus, telah dipecahkan sebagai pendamaian sempurna bagi segala dosa kita. Cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita mengucap syukur, ialah persekutuan dengan darah Kristus. Ambillah, minumlah, ingat dan percayalah bahwa darah TUHAN kita, Yesus Keristus, telah ditumpahkan sebagai pendamaian sempurna bagi segala dosa kita,” kata P

Pdt Yuliana Sembiring-Kakambong, M.Th, saat memimpin ibadah Perjamuan Kudus-Jumat Agung Wafat Yesus Kristus, di Gereja GMIM Eben Haezer Kombos, Jumat (3/4/2026) malam.(foto/alex mamahit)

dt Yuliana Sembiring-Kakambong, M.Th, saat menjadi khadim di ibadah Jumat Agung-Wafat Yesus Kristus sekaligus Perjamuan Kudus, di Gereja GMIM Eben Haezer Kombos, Wilayah Manado, Wawonasa, Kombos (Mawakom), Jumat (3/4/2026) malam. Ratusan jemaat yang mengikuti Perjamuan Kudus termasuk 13 anggota sidi baru secara bergantian makan roti dan minum anggur yang sudah tersedia di meja berukuran panjang yang ditutupi kain putih. Di ibadah tersebut, pembacaan Alkitab di baca dari kitab Perjanjian Baru, 1 Korintus 11: 27-34, dengan judul Kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam perjamuan malam.

KHIDMAT : Ratusan jemaat mengikuti ibadah Perjamuan Kudus-Jumat Agung, di Gereja GMIM Eben Haezer Kombos, Jumat (3/4/2026) malam.(foto/alex mamahit)

Pendeta Yuliana Sembiring-Kakambong, M.Th, yang juga Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Eben Haezer Kombos, dalam khotbahnya mengatakan makan roti dan minum anggur sebagai simbol turut untuk menghayati bahwa tubuh dan darah Tuhan kita Yesus Kristus telah menderita bahkan dicabik-cabik untuk sebuah penebusan dosa. “Perjamuan Kudus adalah ucapan syukur kita semua sebagai Gereja, sebagai orang dewasa iman yang telah mengakui lewat jawaban atas pertanyaan seperti yang ditanyakan kepada sidi-sidi jemaat dalam ibadah pagi (Jumat pagi, red), bahwa saya dan saudara akan tetap setia mengiring Yesus Kristus apapun masalah, pergumulan, tantangan, dan ujian hidup ini tidak akan menyangkal Tuhan Yesus. Perjamuan Kudus mengundang saya dan saudara sebagai orang-orang dewasa iman yang telah mengaku percaya bahwa janji setia kita dijawab lewat Perjamuan Kudus ini,” ujar Pdt Yuliana. Dikatan mantan ketua BPMJ GMIM Musafir Sukur, Minahasa Utara (Minut) itu, Perjamuan Kudus ini mengingatkan janji Tuhan, barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. “Makan roti dan minum anggur sebagai kesaksian, bahwa saya dan saudara sebagai sidi jemaat percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus yang telah menderita dan mati memenangkan dosa, dosa dunia dan dosa kita. Dan, karena itu bukan hanya di meja Perjamuan Kudus ini, jawablah derita dan kematian Kristus sebagai Karya Agung dalam kehidupan setiap orang, kita tidak akan pernah menyangkal Dia dalam susah dan senang, dalam gumul dan kebahagiaan Yesus menjadi pusat iman kita, Amin,” tambah Pdt Yuliana mengakhiri khotbahnya.

Baca Juga:  Dukung Generasi Muda Bali, PLN Salurkan Bantuan TJSL

Para Pelayan khusus dan wanita kaum ibu saat membawakan puji-pujian di ibadah Perjamuan Kudus-Jumat Agung, di Gereja GMIM Eben Haezer Kombos, Jumat (3/4/2026) malam.(foto/alex mamahit)

Puji-pujian di ibadah yang mengusung tema Barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya, dilantunkan Pelayan khusus (Pelsus), dan kwartet Wanita Kaum Ibu (WKI). Baca Mazmur dibacakan oleh Dkn Elsye Dalensang. Turut bersama dalam ibadah Perjamuan Kudus ini Guru Agama (GA) Onitje Kawahe-Umboh. Ke-13 anggota sidi baru jemaat GMIM Eben Haezer Kombos yang telah diteguhkan dan mengikuti Perjamuan Kudus pertama, yakni Revalina Gratia Katiandago, Defimelia Angelica Gracia Hariawan, Vanessa Gabriela Inilow, Kristilia Protesa Frisya Lahindo, Marfeel Mourits Rambing, Glen Alexsandro Doe, Cicilya Ivana Regina Johari, Evrilyla Cesry Miracle Kadjudju, Amelia Kristen Jatahi, Daniel Dandy Francesto Toti, Sulungunaung, Annisa Hendra Riskya, Gisela Aurelia Damongi, dan Rafit Makpal. Untuk ibadah Paskah Kebangkitan Yesus Kristus di jemaat 19 kolom ini berlangsung pada Minggu (5/4/2026) pukul 5.30 Wita, dan pukul 09.00 Wita. Ibadah Paskah Kebangkitan Yesus Kristus kedua, dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) di setiap kolom. Sebelumnya, terkait peringatan Jumat Agung-Wafat Yesus Kristus dan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, di jemaat GMIM Eben Haezer Kombos melalui Panitia Hari-Hari Raya Gerejawi (PHRG) 2026, telah digelar berbagai kegiatan. Diantaranya, lomba jalan sehat, lomba baca Mazmur, lomba pujian kolom lagu Paskah, baca puisi, ibadah dan pawai lakon Jalan Sengsara, bakti sosial dalam jemaat, pencarian Telur Paskah umum, dan lomba mewarnai ASM (Anak Sekolah Minggu).(axm)

Bagaimana Pendapatmu?