26.5 C
Manado
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img
Beranda Sulut Manado Peringatan Jumat Agung di GPdI Berea Ranotana Manado: dari Salib menuju Kemenangan

Peringatan Jumat Agung di GPdI Berea Ranotana Manado: dari Salib menuju Kemenangan

MANADO,Radarmanadoonline.com_ Suasana khidmat menyelimuti Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Berea Ranotana, Kecamatan Sario, Manado, pada Jumat (3/4/2026).

Meski Kota Manado baru saja diguncang gempa sehari sebelumnya, sekitar 200 jemaat tetap antusias menghadiri Ibadah Peringatan Jumat Agung yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA.
​Ibadah yang berlangsung sederhana namun penuh rasa syukur ini dipandu oleh Worship Leader: Merie Maita Hangewa-Porong, AmKG.

*​Pesan Sentral: “Dari Salib hingga Kemenangan”*
​Dalam khotbahnya, Gembala Sidang Pdt. Dr. Jantje Luther Robert Makal, MA, MTh, MPdK, mengusung tema “Dari Salib hingga Kemenangan” dengan mengutip nats Yohanes 12:27. Pdt.Robby, sapaan akrabnya, menekankan bahwa meski jiwa Yesus dalam posisi “troubled” (merasa sedih, gelisah, cemas, bersusah, berdukacita, hatinya terguncang & menderita), Ia tetap memilih taat pada misi keselamatan manusia.

​“Allah yang adalah Roh telah berinkarnasi menjadi manusia. Sejak lahir di kandang hina hingga puncak Golgota, Ia menempuh jalan penderitaan/pengorbanan demi kita,” ujarnya di hadapan jemaat.

Lebih jauh beliau​ menjabarkan secara rinci tujuh momen pengucuran darah Kristus yang adalah simbol penebusan total terhadap manusia:
1. ​Peluh menjadi darah di Taman Getsemani.
2. ​Tamparan imam saat diadili.
3. ​Luka akibat pukulan tentara Romawi.
4. ​Cambukan di hadapan Pilatus.
5. ​Luka akibat mahkota duri.
6. ​Paku di tangan dan kaki saat disalibkan.
7. ​Tikaman tombak di lambung yang mengeluarkan darah dan air.

*Substitusi: Yesus Menggantikan Kita*
​Pdt.Makal juga menjelaskan esensi teologis dari peristiwa penyaliban yang disebut sebagai Penebusan Pengganti Hukuman (Penal Substitutionary Atonement).

Baca Juga:  Jemaat GMIM Kharisma Buha di Kolom 21 Bersukacita di Perayaan Paskah

​”Yesus yang tidak berdosa mati sebagai ganti kita yang berdosa. Ini adalah sebuah pertukaran besar. Melalui pengorbanan-Nya, kita yang dulunya bukan siapa-siapa kini menjadi umat pilihan dan tebusan Allah,” tegasnya.
​Ia mengajak jemaat untuk merenungi pengorbanan tersebut dengan menempatkan Tuhan di tempat terbaik dalam kehidupan kita, serta lebih mengedepankan kepentingan Allah di atas segala-galanya.

*​Perjamuan Kudus dan Harapan Paskah*
​Ibadah tersebut dirangkaikan dengan Sakramen Perjamuan Kudus yang dilayani oleh para pelayan Tuhan:
– ​Pdm. Dr. Ir. Jusuf Manueke, MP;
– ​Pdm. Drs. Benny Makarawung, STh;
– ​Pdm. Ferdinan Saraun, SE, STh;
– ​Pdm. Drs. Willem Saroinsong;
– ​Pdm. Robert Najoan, SE. Ak;
– ​AKBP Jim Billy Pinasang, AmK;
– ​Pdm. Teli Rompas-Rorintulus, SPd, MPd.

Setelah selesai ibadah​, Sekretaris Jemaat Pdm. Robert Najoan bersama Ketua PHHBG Ibu Beiby Najoan-Ruint, SE. Ak, dan Ketua Panitia Paskah dr.Joan Sembiring-Timban,SpRad.,MARS. mewakili Gembala, Majelis dan jemaat, menyampaikan pesan damai bagi seluruh masyarakat.

​”Selamat memperingati Kematian Kristus (Jumat Agung) dan menyambut KebangkitanNYA (Paskah). Kiranya kemenangan Kristus atas maut menjadi kekuatan bagi kita semua, terutama dalam menghadapi tantangan & dinamika hidup & penghidupan dewasa ini” pungkas mereka. (***)

Bagaimana Pendapatmu?