MANADO,Radarmanadoonline.com_ Suasana khidmat menyelimuti Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Berea Ranotana, Kecamatan Sario, Manado, pada Jumat (3/4/2026).
Meski Kota Manado baru saja diguncang gempa sehari sebelumnya, sekitar 200 jemaat tetap antusias menghadiri Ibadah Peringatan Jumat Agung yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA.
Ibadah yang berlangsung sederhana namun penuh rasa syukur ini dipandu oleh Worship Leader: Merie Maita Hangewa-Porong, AmKG.
*Pesan Sentral: “Dari Salib hingga Kemenangan”*
Dalam khotbahnya, Gembala Sidang Pdt. Dr. Jantje Luther Robert Makal, MA, MTh, MPdK, mengusung tema “Dari Salib hingga Kemenangan” dengan mengutip nats Yohanes 12:27. Pdt.Robby, sapaan akrabnya, menekankan bahwa meski jiwa Yesus dalam posisi “troubled” (merasa sedih, gelisah, cemas, bersusah, berdukacita, hatinya terguncang & menderita), Ia tetap memilih taat pada misi keselamatan manusia.
“Allah yang adalah Roh telah berinkarnasi menjadi manusia. Sejak lahir di kandang hina hingga puncak Golgota, Ia menempuh jalan penderitaan/pengorbanan demi kita,” ujarnya di hadapan jemaat.
Lebih jauh beliau menjabarkan secara rinci tujuh momen pengucuran darah Kristus yang adalah simbol penebusan total terhadap manusia:
1. Peluh menjadi darah di Taman Getsemani.
2. Tamparan imam saat diadili.
3. Luka akibat pukulan tentara Romawi.
4. Cambukan di hadapan Pilatus.
5. Luka akibat mahkota duri.
6. Paku di tangan dan kaki saat disalibkan.
7. Tikaman tombak di lambung yang mengeluarkan darah dan air.
*Substitusi: Yesus Menggantikan Kita*
Pdt.Makal juga menjelaskan esensi teologis dari peristiwa penyaliban yang disebut sebagai Penebusan Pengganti Hukuman (Penal Substitutionary Atonement).
”Yesus yang tidak berdosa mati sebagai ganti kita yang berdosa. Ini adalah sebuah pertukaran besar. Melalui pengorbanan-Nya, kita yang dulunya bukan siapa-siapa kini menjadi umat pilihan dan tebusan Allah,” tegasnya.
Ia mengajak jemaat untuk merenungi pengorbanan tersebut dengan menempatkan Tuhan di tempat terbaik dalam kehidupan kita, serta lebih mengedepankan kepentingan Allah di atas segala-galanya.
*Perjamuan Kudus dan Harapan Paskah*
Ibadah tersebut dirangkaikan dengan Sakramen Perjamuan Kudus yang dilayani oleh para pelayan Tuhan:
– Pdm. Dr. Ir. Jusuf Manueke, MP;
– Pdm. Drs. Benny Makarawung, STh;
– Pdm. Ferdinan Saraun, SE, STh;
– Pdm. Drs. Willem Saroinsong;
– Pdm. Robert Najoan, SE. Ak;
– AKBP Jim Billy Pinasang, AmK;
– Pdm. Teli Rompas-Rorintulus, SPd, MPd.
Setelah selesai ibadah, Sekretaris Jemaat Pdm. Robert Najoan bersama Ketua PHHBG Ibu Beiby Najoan-Ruint, SE. Ak, dan Ketua Panitia Paskah dr.Joan Sembiring-Timban,SpRad.,MARS. mewakili Gembala, Majelis dan jemaat, menyampaikan pesan damai bagi seluruh masyarakat.
”Selamat memperingati Kematian Kristus (Jumat Agung) dan menyambut KebangkitanNYA (Paskah). Kiranya kemenangan Kristus atas maut menjadi kekuatan bagi kita semua, terutama dalam menghadapi tantangan & dinamika hidup & penghidupan dewasa ini” pungkas mereka. (***)



