MANADO, Radarmanadoonline.com- “Saudara-saudara torang mo yel-yel dulu ne. Kalau pak pendeta bilang Kristus telah Bangkit, maka jemaat sebut Haleluyah,” kata Pdt Theo Tawaris, M.Th. Dia pun mengawali khotbah bertanya kepada para jemaat.”Percayakah saudara-saudara Yesus telah bangkit dari antara orang mati walaupun ia tidak melihat,” kata Pdt Theo Tawaris, M.Th, yang kemudian dijawab serentak oleh jemaat dengan kalimat percaya.
“Percayakah kita Tuhan Yesus telah bangkit dari antara orang mati walaupun ia tidak melihat,” ujar Pdt Theo Tawaris lagi. Para jemaat pun kembali menjawab serentak dengan jawaban yang sama. “Puji Tuhan, saudara-saudara tidak seperti Thomas. Karena, tema Mingguan kita saat ini adalah Percaya kepada Dia sekalipun kamu tidak melihatNya. Sekalipun kamu sekarang belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihiNya. Kamu percaya kepada Dia. Tidak seperti Thomas. Dia tidak akan pernah percaya, kalau belum pernah melihatNya,” sambung Pdt Theo Tawaris, M.Th, saat menjadi khadim pada ibadah Paskah Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, GMIM Wilayah Manado, Wawonasa, Kombos (Mawakom), di Gereja GMIM Eben Haezer Kombos, Minggu (12/4/2012) sore.

Pembacaan Alkitab di ibadah yang dihadiri para Pelsus (penatua dan diaken), ketua BIPRA (Bapak, Ibu, Remaja, Pemuda, dan Anak), serta ratusan jemaat se Mawakom, dibaca dari kitab 1 Petrus 1: 3-12 dengan judul Pengharapan, Iman, dan Kasih. Pdt Theo Tawaris, M.Th, yang juga Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Mawakom, mengatakan Paulus juga menyampaikan dari apa yang ia sampaikan kepada jemaat di Korintus pasal 15 ayat 16, mengatakan bahwa tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercaan kami. Itulah inti peristiwa Kebangkitan Tuhan Yesus. Bahkan, apa yang disampaikan oleh penulis surat Petrus ini, iman itu lahir dari Kebangkitan,” ujarnya.

Dikatakan Pdt Theo, sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan yang telah menerima kehidupan, yang telah menerima keselamatan, mau mengingatkan kepada kita bahwa berita Paskah ini bukan hanya kita peringati, tetapi kita harus sampaikan dan beritakan kepada dunia. “Walaupun tadi ada seluruh pendeta dan guru agama membawakan puji-pujian. Jangan lelah bekerja di ladang Tuhan. Kadang-kadang juga torang merasa lelah, karena berbagai penderitaan, dan pergumulan semata. Tetapi Pelsus, Penatua dan Diaken mengungkapkan suatu puji-pujian yang mau mengabarkan. Harus punya sukacita melayani walaupun ada penderitaan, pergumulan, dan tantangan, Amin,” kata Pdt Theo Tawaris menutup khotbahnya. Puji-pujian di badah yang dihadiri ratusan jemaat dari 124 kolom di wilayah Mawakom ini dibawakan oleh para pendeta, guru agama, Pelsus, Panji Yosua, anak-anak dan guru-guru Sekolah Minggu se Mawakom diantaranya berjudul Sukacita Melayani, Bila Kurenungkan Kasih Tuhan, dan Bernyanyilah.


Di ibadah tersebut, pesan Paskah disampaikan oleh Sekretaris Wilayah Mawakom Pnt Dennytrius Tamaka. Penatua Denny, sapaan akrabnya, dalam pesan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus mengatakan, bahwa Paskah 2026 ini menjadi berkesan. “Bersyukur torang di sore hari (Minggu sore, red) ini, boleh ada sama-sama di Rumah Tuhan ini, untuk beribadah bersama sekalian mengikuti pawai Paskah wilayah Mawakom yang berada di akhir tahun pelayanan (2022-2026). Pawai Paskah ini menjadi berkesan bagi torang samua, karena pelaksanaannya yang telah berada di akhir tahun pelayanan. Pesan dari kami sebagai badan pekerja majelis wilayah Mawakom, melalui pelaksanaan pawai Paskah ini marilah torang tunjukkan betul-betul, bahwa torang orang-orang Kristen yang selalu menuruti apa yang diajarkan Tuhan Yesus bagi torang samua,” kata Pnt Denny. Dia pun mengimbau jemaat untuk berjalan sejaligus mengikuti pawai dengan baik, serta menjaga kesopanan. Pnt Denny juga mengingatkan, bahwa yang dibawa saat pawai adalah ornamen-ornamen Paskah, dan tidak boleh membawa yang lain termasuk bendera negara lain. “Tunjukkan torang ini adalah orang Kristen yang taat, dan sebagai orang GMIM juga yang taat. Marilah mengikuti pawai Paskah secara damai, mulai start dari tempat ini (GMIM Eben Haezer Kombos, red) sampai finish di Tuna Wawonasa semua berjalan dengan baik, dengan tuntunan Tuhan bagi torang samua. Tetap semangat bapak ibu saudara sekalian, Mawakom selalu di hati bagi torang samua, Syalom, Damai di Hati, Puji Tuhan,” ujar Pnt Denny menutup pesan Paskah. Seusai ibadah, ratusan jemaat Mawakom mengikuti pawai Paskah yang dilepas oleh Ketua Panitia Paskah Wilayah Mawakom Pnt Josep Dalawa dengan pengibasan bendera start. Rute yang dilalui peserta pawai yaitu dimulai dari jemaat GMIM Eben Haezer, Kombos, GMIM Kalvari Perigi Tujuh, GMIM Dalo Su Ruata Tuna, GMIM Diaspora Karame, GMIM Maranatha Karame, GMIM Hosana Wawonasa, GMIM Damai Bukit Moria, dan berakhir di jemaat GMIM Pniel Tuna Wawonasa.(axm)
